Advertisement

Friday, May 22, 2015

Belajar Drum Dasar

BelajarDrumIman.com - Belajar drum itu ada yang mengatakan kalau kita hanya ingin sekedar bisa bermain duk tak duk tak saja, memang tidaklah sulit. Tapi kalau kita ingin menjadi seorang master di bidang drum, hal itu adalah hal yang termasuk sulit. Karena memang kita perlu belajar drum dasar, dalam artian teman-teman harus menguasai dasarnya dengan sangat baik dulu sehingga nantinya ketika teman-teman berlatih teman-teman akan di tingkat yang selanjutnya akan lebih mudah karena dasar-dasar bermain drum teman-teman juga sudah kuat.

 

Belajar Drum Dasar


Lalu kemudian mungkin teman-teman bertanya, "Lalu apa yang harus saya lakukan pertama kali untuk saya bisa bermain drum?" Nah ini yang perlu saya tanyakan niat dari teman-teman terlebih dahulu. Untuk hanya sekedar bisa duk tak duk tak saja kah? Atau memang ingin punya dasar bermain drum yang kuat, yang walau kita niat bermain drumnya hanya untuk hobi saja, tapi bisa bermain drum dengan aliran musik yang jauh lebih luas, dan ngga hanya sekedar asal pukul saja?

Kalau teman-teman hanya ingin sekedar bisa asal pukul saja, menurut saya jauh lebih gampang. Tinggal search aja di google, tontonin video-video youtube yang ada, lalu tiru semampu teman-teman. Kalau memang bakat teman-teman bagus di musik maka akan cepat pula bagi teman-teman untuk bisa meniru dan memainkan apa yang teman-teman lihat di youtube tersebut.

Tapi kalau memang bakat teman-teman kurang, berarti teman-teman akan jauh lebih lama dalam bisa menirukan gaya drummer yang teman-teman lihat melalui youtube tersebut. Jadi kalau teman-teman ingin bisa bermain drum dan punya dasar yang baik menurut saya teman-teman sebaiknya mencari seorang guru yang bisa mengajarkan teman-teman.

Sekarang jaman sudah maju, mencari seorang guru dan belajar langsung dari dia ngga harus langsung secara tatap muka, tapi bisa menggunakan internet. Salah satunya di luar negeri sudah marak sekali pembelajaran model seperti. Guru drum seperti Mike Johnston, search aja di youtube dengan kata kunci "Mike Johnston drum lessons" pasti nanti teman-teman akan menemukan dia, dan teman-teman bisa melihat di websitenya dia, bahwa dia memberikan pengajaran secara online.

Muridnya tersebar dari banyak negara, dia sendiri ada di Amerika. Jadi ngga masalah belajar secara jarak jauh karena juga pembelajarannya sudah dibuat terstruktur, dengan adanya video dan juga penjelasan. Jadi teman-teman bisa mengikuti langsung saja dari kamar teman-teman pelajaran yang diberikan secara online.

Tapi saya kan ngga punya drum?? Saya ingin les drum alasan saya karena saya ngga punya drum! Nah lho! Ini yang salah nih kalau menurut saya! Kalau teman-teman alasannya ingin les drum secara ketemu muka karena ngga punya drum dan berharap bisa belajar drum dan memainkan drum hanya di tempat les saja, maka teman-teman menurut saya ngga akan kemana-mana nanti main drumnya.

Gimana bisa teman-teman hanya latihan di drumset satu minggu satu kali dan cuma 30 menit pula? Biasanya tempat les itu 30 menit satu kali pertemuannya. Atau kita ambil teman-teman les drum yang 1 jam untuk satu kali pertemuannya. 1 jam untuk satu kali pertemuan, gurunya menerangkan saja sudah 30 menit sendiri, lalu 30 menit sisanya buat teman-teman praktek di drum. Satu minggu latihan hanya 30 menit di drum gimana bisa jadi bagus??

Lalu kalau gurunya memberikan PR buat teman-teman dan minggu depan harus sudah bisa, lalu dimana teman-teman akan melatih PR yang diberikan oleh guru teman-teman tersebut? Kan teman-teman barusan bilang kalau teman-teman ngga punya drum kan? Nah satu-satunya jalan adalah dengan menyewa studio agar kita bisa latihan dan mengerjakan PR yang diberikan oleh guru kita tersebut.

Terus apa bedanya dong dengan belajar drum secara online? Dimana teman-teman bisa akses melalui handphone pelajarannya. Teman-teman sewa studio aja untuk latihan dan kemudian teman-teman bawa handphone teman-teman dan kemudian buka websitenya dan kemudian pelajari materi yang sudah diberikan.

Atau buka di rumah materi pelajarannya, kemudian pelajari dulu, download videonya, sehingga ketika ke studio ngga harus ada koneksi internet juga, tapi teman-teman bawa video hasil downloadan teman-teman untuk teman-teman pelajari lebih lanjut di studio rental teman-teman.

Secara biaya akan jauh lebih murah, karena belajar drum secara online biasanya jauh lebih murah ketimbang kalau teman-teman belajar drum secara ketemu langsung. Nah kan teman-teman jadi bisa menghemat uang, dan punya sisa uang untuk menyewa studio rental untuk melatih pelajarannya kan?

Apalagi kalau pelajaran yang diberikan seperti yang saya berikan, dimana saya juga mengajarkan gimana agar kita bisa latihan drum di rumah tanpa menggunakan drum. Kalau teman-teman ingin ikutan belajar drum secara online dengan saya, ada dua syarat, yaitu membayar iuran tiap bulannya, yang mana iuran tiap bulannya itu sangat amat murah sekali kalau teman-teman bandingkan dengan  les drum dimanapun juga yang ketemuan secara langsung.

Kemudian teman-teman punya email dan emailnya harus gmail, dan nanti teman-teman akan saya berikan akses ke website berbayar saya www.sekolahdrumimanprabawa.com. Untuk informasi lebih detailnya teman-teman silakan bisa melihat langsung di TULISAN INI.

Murid saya banyak yang berada di luar Jakarta lho, bahkan ada murid saya yang berasal dari Korea Selatan. Dia ikutan belajar dengan saya dari Korea sana, karena internet di sana kan cepat banget. Kalau begitu sampai ketemu di kelas drum online saya ya, yang ingin ketemu langsung belajar drum dengan saya juga bisa. Saya membuka tempat les drum di daerah Cempaka Putih Tengah, Jakarta Pusat. Untuk informasi lebih lanjut silakan bisa menghubungi di 0838-7256-5714.


Kalau begitu saya sudahi dulu artikel mengenai belajar drum dasar ini. Salam drummer!



Baca juga :
  1. Drummer Berhijab
  2. Berapa Menit Per Hari Sebaiknya Latihan Drum?
  3. Membuat Pedal Drum Sendiri

Thursday, May 21, 2015

Seperti Ini Kalau Drummer Pergi Liburan!

BelajarDrumIman.com - Joshua Scott adalah seorang drummer yang merencanakan untuk membuat video drum sepanjang perjalanan dengan temannya yang seorang film editor Joseph Lafond. Mereka berangkat dari Boston dan kemudian melanglang buana sejauh 3000 miles hingga sampai ke San Fransisco California.

Di perjalanan mereka, mereka berhenti di tempat-tempat yang menarik untuk kemudian mereka membuat video drum singkat. Mereka berdua adalah teman akrab dari kecil yang awalnya mereka merencanakan untuk liburan bersama-sama. Lalu kemudian muncul ide gila mereka ini, untuk menyertakan musik di dalam liburan mereka ini.

Jadilah mereka kemudian merencanakan membawa drum dan membuat video-video drum di sepanjang perjalanan mereka. Mereka memvideokan video-video memainkan drum singkat di banyak tempat-tempat, seperti di pinggir pantai dan di jalanan. Mereka memilih tempat-tempat yang menarik untuk dilihat.

Berikut adalah beberapa cuplikan gambar dari videonya mereka..

Seperti Ini Kalau Drummer Pergi Liburan

Hasil videonya? Seru untuk ditonton lho! Ada beberapa tempat yang mereka sampai didatangi oleh petugas keamanan karena dianggap mengganggu dengan suara drum mereka. Tapi mereka hanya membuat video singkat saja memang itu tujuan mereka.

Untuk menonton videonya teman-teman bisa menontonnya DISINI. Seru juga ya? Yah seperti inilah kalau drummer sedang pergi liburan! Hihihi kriuk kriuk



Baca juga :
  1. Kesempatan Emas Drummer
  2. Drumming dan Pengalaman
  3. True Solid Drum Shell

Wednesday, May 20, 2015

Semua Teknik Yang Ada Di Drum Set

BelajarDrumIman.com - Semua teknik yang ada di drum set itu apa saja sih? Pertanyaan ini saya amati cukup banyak ditanyakan oleh para drummer yang baru saja ingin memulai belajar drum. Saya kemarin baru saja melihat pertanyaan seperti ini ditanyakan lagi. Saya pikir saya coba menjawabnya dan membuatnya ke dalam bentuk artikel supaya teman-teman nanti yang bertanya lagi bisa melihat dan membaca jawabannya di artikel saya ini.


Semua Teknik Yang Ada Di Drum Set Apa Saja?


Apa saja sih semua teknik yang ada di drum set itu? Sangat banyak menurut saya. Dan ngga terlalu penting untuk kita hanya sekedar tahu saja. Saya coba sebutkan sedikit saja ya, untuk teknik kaki kita mengenal ada teknik menginjak heel down, heel up, teknik slide, teknik heel toe, teknik flat foot, teknik swivel.

Nah tuh untuk teknik menginjak pedal aja udah ada 6 nama teknik. Dan sekarang di dunia informasi dimana semua orang yang ingin belajar drum itu bisa mencari di internet. Memang jadi memudahkan kita plus hal itu akan menyulitkan kita juga, karena informasinya menjadi terlalu banyak sekali, sehingga buat teman-teman drummer yang baru saja ingin belajar drum hal ini malah menjadikan mereka menjadi bingung.

Yang mana dulu sih yang harus dilatih?? Apakah saya harus belajar double pedal dulu? Ataukah saya harus mengetahui dan menghafalkan semua teknik yang ada di drum set? Kalau menurut saya yang terakhir itu ngga penting! Karena buat apa kita hanya sekedar tahu saja tapi mainin juga ngga bisa?

Kalau teman-teman memang serius untuk bisa bermain drum, saran saya adalah teman-teman mencari guru drum yang bagus deh. Karena memang hanya itu satu-satunya cara kalau teman-teman ingin cepat bisa ya. Kenapa hanya itu satu-satunya cara untuk cepat bisa? Yang saya katakan disini adalah untuk cepat bisa, tanpa guru teman-teman juga akan bisa, tapi pastinya jauh lebih lama.

Saya analogikan seperti ini, misalnya teman-teman bermain game. Lalu kemudian teman-teman akan lebih cepat menamatkan game itu dengan diajarkan oleh teman yang sudah tamat bermain game itu atau dengan cara mencoba-cobanya sendiri? Pasti dengan diajarkan dan dikasih tahu kan? Bahkan kalau dikasih tahu kita jadi bisa tahu cara curangnya dalam memainkan game tersebut. Seperti itu kira-kira, nah teman-teman juga dengan belajar drum dengan seorang guru drum yang bagus nanti akan diberitahu langsung oleh dia, mana yang dulu dia belajarnya salah dan jadinya teman-teman tidak perlu untuk mengulanginya lagi.

Dan dia bisa sharing gini aja lho belajarnya, jangan kaya gitu! Dulu saya kaya gitu, cara belajar kaya gitu ngga efektif, dan kalau kamu cara memegang stick drumnya seperti itu, nanti akan bisa mengalami penyakit CTS lho di tangan kamu.

Nah teman-teman jadi lebih cepat belajarnya tho pastinya? Bermain drum itu kalau untuk sekedar bisa duk tak duk tak doang sih memang mudah, tapi untuk menjadi master dan diakui bisa bermain drum dengan bagus, sangatlah tidak mudah dan butuh tahunan dedikasi latihan. Jadi kalau teman-teman melihat di youtube seorang drummer yang sepertinya gampang saja memainkan drumnya dia dengan kecepatan yang cepat dan teman-teman ingin bisa bermain seperti itu, coba tanyakan ke dia, berapa tahun dia sudah latihan?

Pastinya sudah tahunan, bahkan menurut saya sih di atas 5 tahun minimal kalau sudah bagus banget bermain drumnya. Dan tiap harinya bisa saja dia berlatih minimal sekali sekitar 3 jam. Jadi memang butuh dedikasi dan disiplin latihan yang tinggi kalau teman-teman ingin menjadi drummer yang bagus seperti misalnya Steve Smith, George Kollias, Virgil Donati, Thomas Lang, Travis Barker, Mike Mangini, dan lain-lain yang tidak bisa saya sebutkan karena memang banyak sekali drummer yang jago di dunia ini.

Tapi ngga terlalu banyak kalau dibandingkan dengan sekitar 5 miliar penduduk dunia ya. Jadi memang ngga banyak drummer yang bagus bermainnya(kalau dibandingkan dengan total jumlah penduduk dunia ya) karena memang untuk menjadi drummer yang bisa bermain dengan bagus memang butuh dedikasi yang tinggi dan disiplin latihan yang tinggi juga.

Kalau teman-teman ingin ikutan belajar drum dengan saya, silakan aja bisa ikutan belajar drum di group saya di facebook, silakan dicari aja group Belajar Drum Pemula Iman Prabawa, dimana memang group ini saya khususkan buat para pemula yang ingin belajar drum. Jadi buat para master yang sudah bisa bermain drum, sepertinya memang ngga ada gunanya masuk ke group saya itu.

Sementara buat teman-teman yang ingin belajar drum langsung dengan saya, kebetulan saya membuka kursus drum privat di rumah saya, di daerah Cempaka Putih Tengah, Jakarta Pusat. Untuk detail masalah biaya dan alamatnya, silakan teman-teman bisa langsung saja mengklik DISINI.

Sampai ketemu di kelas drum saya ya kalau begitu, saya sudahi dulu sharing saya mengenai semua teknik yang ada di drum set. Salam drummer!

Semua Teknik Yang Ada Di Drum Set




Baca juga :
  1. Belajar Drummer Untuk Pemula
  2. Kursus Drum Di Jakarta Untuk Orang Yang Sibuk
  3. Kursus Drum Untuk Pemula

Tuesday, May 19, 2015

True Solid Drum Shell

BelajarDrumIman.com - Tulisan saya kali ini masih seputar membahas mengenai drum shell, kali ini saya akan membahas salah satu dari tiga yang termasuk kategori solid drum shell yaitu true solid drum shell.


Mengenal True Solid Drum Shell


Yang dimaksud dengan true solid drum shell adalah shell drum yang terbuat dari 100% kayu utuh. Jadi kita bayangkan aja sebuah pohon yang kemudian dibolongin dan kemudian dibuat misalnya menjadi sebuah snare drum.

Maka snare drum tersebut disebut juga sebagai true solid drum shell. Kita lihat aja gambar di bawah ini, ada gambar bongkahan kayu.

True Solid Drum Shell

Nah dari kayu gelondongan seperti itu kemudian tengahnya dilubangi dan pinggir-pinggirnya dihaluskan. Ternyata melakukan pekerjaan ini tingkat kesulitannya sangat amat tinggi! Saya juga baru tahu dari drum maker kita mas Arief, dari drum Ahay. Dia mengajarkan saya banyak hal mengenai pembuatan drum shell itu seperti apa.

Dan juga saya menjadi kenal mengenai kategori solid shell ini juga dari dia. Dia kebetulan dengan Ahay Drumsnya memang fokus di membuat drum shell yang terbuat dari solid drum shell. Di salah satu artikel saya, saya sudah membahas mengenai 3 yang termasuk ke dalam kategori solid drum shell ini secara garis besarnya.

Waktu saya ke pabrik Ahay yang terletak di Dadap Tangerang, dekat dengan bandara Soekarno Hatta, saya melihat ada true solid drum shell yang lagi dikerjakan oleh mas Arief yang akan dia buat menjadi sebuah jazz kit. Ini kebetulan saya fotokan set drum true solid yang lagi dikerjakan oleh mas Arief ini.

True Solid Jazz Kit

Dan teman-teman bisa melihat dari jarak dekatnya, kebetulan saya fotokan juga bagian atasnya. Sehingga teman-teman bisa melihat bahwa memang tidak ada sambungan sama sekali disitu, murni benar-benar dari satu kayu gelondongan yang dibolongin seperti itu.

True Solid Mahogany Drum Shell

Ternyata menurut penuturan mas Arief, dari pengalaman dia, sangatlah tidak mudah membuat drum shell dari kayu gelondongan begini. Mesti menguasai teknik dan benar-benar memang harus sudah mengenal karakter kayunya, umur berapa kayunya, karena kalau kemudaan juga nantinya dia bilang bisa gampang patah saat dikerjakan.

Karena tingkat kesulitan pengerjaan itulah maka drum shell yang terbuat murni dari kayu gelondongan atau solid drum shell ini sangatlah mahal dari segi harganya. Dari segi sound banyak yang bilang bahwa ini adalah yang terbaik. Sound drum yang terbaik adalah sound drum yang true solid seperti ini. Range frekuensinya luas banget, sehingga bisa dituning ke banyak sound. Range soundnya pun jauh lebih luas.

Pabrikan yang mengerjakan true solid ini ngga banyak di dunia, salah satunya adalah Brady dari Australia, ada Craviotto, Guru Drum, dan beberapa yang lain. Dan Indonesia perlu berbangga karena kita punya Ahay Drums yang memang memfokuskan pembuatan drum shellnya di kategori solid drum shell ini.

Kalau begitu sekian dulu sharing dari saya mengenai true solid drum shell ini. Buat teman-teman yang ingin ikutan belajar drum dengan saya, silakan aja bisa ikutan di group facebook saya yang saya beri nama Belajar Drum Pemula Iman Prabawa. Saya tunggu disana yaa..




Baca juga :
  1. Mengenal Solid Drum Shell
  2. Stave Drum Shell
  3. Mengenal Drum Shell

Monday, May 18, 2015

Stave Drum Shell

BelajarDrumIman.com - Di tulisan saya kali ini, saya mau sharing mengenai stave drum shell. Sebelumnya kita sudah pernah membahas mengenai apa itu drum shell. Teman-teman silakan bisa membaca dulu tulisan saya mengenai Mengenal Drum Shell.

Drum shell itu adalah bagian selongsong dari sebuah drum. Ada yang terbuat dari bahan kayu, ada yang terbuat dari bahan logam atau bambu juga ada. Nah yang mau saya bahas kali ini adalah drum shell yang terbuat dari bahan kayu.

Untuk drum shell yang terbuat dari bahan kayu, sebenarnya ada tiga yang bisa termasuk ke dalam kategori solid shell, nah kali ini yang mau saya bahas adalah drum shell dari kategori solid shell yaitu stave drum shell.

 

Proses Pembuatan Stave Drum Shell


Kemarin ketika saya berkunjung ke pabrik drum Ahay yang berada di daerah Dadap, Tangerang saya menyaksikan proses pembuatan dari stave drum shell ini. Saya juga sempat membuat video dan juga membuat dokumentasi, sehingga saya bisa sharingkan menjadi sebuah artikel di tulisan saya kali ini.

Nah stave drum shell itu adalah drum shell yang dibuat dari potongan balok kayu yang dipotong secara vertikal, kemudian disatukan dengan cara menyambung dan melemnya, sehingga menjadi bulatan seperti terlihat pada gambar di bawah ini.

Stave Drum Shell

Lalu kemudian setelah dilem seperti itu, barulah mulai dihaluskan bagian luar dan dalamnya, seperti kita bisa lihat video di bawah ini, dimana kita lihat drum shell yang masih kasar tersebut dihaluskan di bagian luarnya. Mari kita tonton videonya yaa..



Baru setelah bagian luarnya dihaluskan kemudian mengerjakan penghalusan juga untuk bagian dalamnya juga, seperti bisa kita lihat pada video di bawah ini



Seperti itu kira-kira teman-teman, dan kita lihat kemudian hasilnya adalah seperti terlihat pada gambar di bawah ini.

Stave Drum Shell Yang Sudah Dihaluskan

 

Sound Dari Stave Drum Shell


Saya merasakan sound dari drum yang drum shellnya stave seperti ini terasa lebih nyaring dan lebih sensitif ketika dimainkan. Dan sebenarnya kita harus bersyukur berada di Indonesia, karena kita mempunyai sangat banyak sekali pilihan kayu yang bisa dibuat menjadi sebuah drumset, tinggal gimana kita mengeksplorenya saja.

Dan Ahay Drums memang berkomitmen untuk membuat drum dari kayu-kayu Indonesia yang memang legal juga kayunya. Kan banyak tuh kayu hasil dari illegal logging yang digunakan untuk membuat, nah Ahay ini memastikan bahwa tiap produknya menggunakan kayu Indonesia yang memang 100% legal.

Sekian dulu kalau begitu sharing dari saya mengenai Stave Drum Shell, dan buat teman-teman yang ingin ikutan belajar drum dengan saya, sekarang bisa ikutan belajar drum secara jarak jauh dengan saya. Untuk detail gimana cara belajarnya, silakan teman-teman bisa mengkliknya DISINI.

Atau kalau teman-teman ingin mengetahui dan mendapatkan sharing dari saya secara gratis, silakan aja teman-teman bisa ikutan group facebook saya yang saya beri nama Belajar Drum Pemula Iman Prabawa. Kalau begitu saya sudahi dulu artikel mengenai stave drum shell ini. Salam drummer!





Baca juga :
  1. Mengenal Solid Drum Shell
  2. Drum Head Yang Bagus Untuk Snare Drum Saya
  3. Belajar Dengan Seorang Guru

Drumming dan Pengalaman

BelajarDrumIman.com - Artikel drumming dan pengalaman kita kali ini saya ambil dari buku dan tulisannya Roy Burns, di buku yang berjudul The Best Of Concepts. Dia membahas mengenai pentingnya pengalaman bagi seorang drummer. Langsung saja yuk mari kita simak artikelnya di bawah ini.

 

Drumming dan Pengalaman


Salah satu komentar yang paling mematahkan semangat drummer muda adalah, “Kamu punya bakat. Tapi carilah pengalaman dulu dan setelah itu kembalilah ke sini, temui saya, “ atau “Kamu bermain bagus, tapi kurang pengalaman.” Saya pernah melihat iklan yang berbunyi, “Pemain keyboard dan gitar mencari drummer rock berpengalaman untuk membentuk grup baru.” Lagi- lagi ada kata pengalaman disitu.

Kebanyakan drummer muda bermain dengan honor minim atau malah tanpa bayaran demi mendapatkan pengalaman. Sayangnya, sekarang ini semakin sedikit tempat pemain muda bisa manggung untuk memperoleh pengalaman tanpa terbebani tekanan yang tidak semestinya. Bisnis musik belum pernah menjadi bisnis yang mudah, terutama bagi para drummer karena jumlah drummer lebih banyak ketimbang jumlah pekerjaan untuk bermain drum. Karena itu, drummer yang lebih baiklah yang biasanya mendapat pekerjaan yang ditawarkan. Alhasil, pemain muda lebih sulit untuk mendapatkan pengalaman. Di mana harus bermain? Apa yang harus dilakukan? Dimana memulainya?

Ada beberapa saran dari saya mengenai hal ini, antara lain :
  1. Pelajari instrumentmu. Pernyataan ini tidak berarti kamu perlu memiliki teknik yang luar biasa untuk mendapat pekerjaan. Yang kamu perlukan adalah kemampuan untuk memainkan apa yang dibutuhkan secara musikal dan teknik yang memadai untuk bermain dengan rileks. Kamu perlu mengontrol instrumentmu agar rasa percaya dirimu cukup tinggi untuk bermain dengan baik bersama musisi lainnya.
  2. Belajar membaca notasi musik. Sungguh sayang jika di usia yang masih muda kamu harus kehilangan kesempatan untuk bekerja karena kemampuan membaca yang terbatas. Di masa awal karier saya, Lionel Hampton mengajak saya untuk bergabung bersama bandnya dan bermain di Las Vegas selama enam minggu. Saya jelaskan kepada Hamp bahwa meninggalkan New York selama enam minggu berarti saya harus kehilangan banyak kerja studio. Setelah bernegosiasi, Hamp mengajukan tawaran yang tidak bisa saya tolak. Setelah latihan bersama yang pertama, saya mengerti mengapa Hamp ingin saya ikut ke Las Vegas. Bandnya harus bermain mengiringi seorang penyanyi, seorang penari, dan seorang komedian, plus memainkan sekumpulan komposisi Hamp sendiri. Ternyata sang penyanyi hanya bisa membawakan tiga lagu, sang penari batal untuk ikut, dan sang komedian hanya butuh musik amat sedikit. Jika drummer band pengiring bisa membaca notasi sedikit saja, dia akan bisa bertahan di band Hamp.
  3. Kembangkan kemampuan menyimak. Belajar membaca notasi membantumu memvisualisasikan rhythm saat kamu mendengarkannya. Juga, dengarkan berbagai drummer. Tidak apa-apa jika kamu punya drummer favorit, tapi mendengarkan drummer lain memainkan rhythm, phrase, dan accent akan membantumu mengembangkan pemahaman yang lebih baik tentang drumming dan rhythm.
  4. Jaga kesehatan. Kamu tidak akan pernah tahu kesempatan apa yang bakal datang. Kesempatan rekaman pertama saya muncul karena drummer lain tidak bisa datang. Ia sedang melakukan pertunjukan di televisi yang ternyata jadwalnya mundur. Ia harus menyelesaikan pertunjukan tersebut, sehingga dia menelepon kontraktor untuk memberitahu bahwa dia tidak bisa memenuhi tugas tersebut. Saya ditelepon saat makan malam. Saya buru-buru mencari taksi dan memainkan sesi studio komersial saya yang pertama. Pengalaman pertama sering terjadi ketika orang lain punya masalah pada detik-detik terakhir. Band butuh drummer sekarang! Ketika segala sesuatunya kacau balau, pemimpin band kemungkinan besar memberi kesempatan kepada anak muda. Bagaimanapun juga, mereka harus punya seorang drummer. Jadi bersiaplah secara mental dan fisik. Berlatihlah tiap hari, terutama jika kamu belum bekerja. Dengan cara ini kamu bakal siap tempur begitu kesempatan menghampirimu.
  5. Ikuti latihan bersama gratis. Penyanyi, band, dan grup top membayar para pemusik untuk latihan bersama. Bagaimanapun juga, latihan bersama adalah bagian dari pekerjaan, dan para pemain pro layak untuk dibayar. Tetapi ada jenis latihan lainnya, yaitu yang dilakukan di garasi seseorang. Beberapa pemusik mungkin hanya ingin ngejam. Bersukarelalah! Ikuti latihan bersama seperti apa pun sebisamu. Temui musisi lainnya dan perkenalkan dirimu. Di kebanyakan kota besar, ada big band khusus latihan bersama. Para musisi berkumpul untuk membaca beberapa komposisi. Hadiri latihan ini, dan jika kamu bisa membaca, kamu akan punya peluang untuk menggantikan sementara posisi drummer tetap mereka. Ini adalah pengalaman berharga jika kamu berambisi menjadi drummer studio. Ini juga merupakan pengalaman besar, yaitu bermain bersama delapan belas atau dua puluh orang sekaligus.
  6. Ikuti jam session. Banyak kota besar memiliki klab malam dimana para pemusik bisa menggantikan pemain homeband. Seringkali ini menjadi kebijakan reguler untuk satu atau dua malam. Misalnya, minggu malam atau senin malam adalah saat yang tipikal untuk jam session. Kamu mungkin bisa menggantikan sementara, dan kamu juga mungkin akan mendengarkan permainan para pemain lainnya. Jika kamu menggantikan dan bermain dengan baik, para pemusik lainnya akan meminta nomor teleponmu. Kontrak-kontrak ini nanti bisa membawamu ke sebuah tawaran pekerjaan.
  7. Bermainlah untuk sebuah demo rekaman. Banyak penyanyi dan grup yang ingin merekam kaset demo untuk menjual grup itu atau mungkin juga untuk menjual lagu-lagunya. Penulis lagu berbakat biasanya tidak punya banyak uang bahkan tidak punya sama sekali. Tawarkanlah kesediaanmu bermain secara gratis untuk membantu mereka. Jika mereka berhasil menjual lagu-lagu itu, mungkin mereka akan menyewamu untuk bermain dalam band tersebut. Tidak jadi soal apakah mereka pada akhirnya memang menyewa tenagamu atau tidak. Yang lebih penting adalah libatkan dirimu dalam studio rekaman, dan tarik pengalaman dari hal itu. Jadi, ketika nanti kamu punya peluang untuk rekaman, kamu lebih paham mengenai apa yang perlu dilakukan. Hal ini bisa membuatmu menjadi lebih nyaman, yang pada gilirannya akan membantumu bermain lebih baik.
  8. Bersedialah menerima pekerjaan apa pun yang berkaitan dengan musik. Ketika saya pertama kali ke New York, saya memainkan berbagai jenis musik, semata-mata agar saya tidak kelaparan. Saya bermain untuk pesta pertemuan, pesta perkawinan orang Yahudi dan Italia, pesta dansa kolese, pertunjukan peragaan busana dan industrial. Beberapa tahun kemudian saya mulai bermain dalam pertunjukan televisi Merv Griffin. Pada saat inilah saya mulai mengapresiasi pengalaman yang saya peroleh sebelumnya. Pada acara talk show TV, kamu mendapat beragam tamu, mulai dari artis seperti Count Basie sampai sebuah grup cantik ngga jelas yang lagi bernyanyi. Sebagai hasil dari bermain berbagai jenis musik sejak awal, saya bisa memainkan apa yang diperlukan dalam sebuah pertunjukan.

Tak ada pengganti pengalaman. Kamu tidak bisa mendapatkannya dengan membaca buku atau majalah. Kamu tidak bisa mendapatkannya dengan meniru drummer favoritmu. Kamu tidak bisa mendapatkannya dari guru drummu. Pengalaman adalah sesuatu yang harus kamu lakukan sendiri. Situasi masing-masing orang adalah unik. Ini adalah salah satu persoalan bagi guru drum ketika ia menyarankan drummer muda tentang bagaimana mendapatkan pengalaman. Tidak ada dua orang yang punya pengalaman yang sama. Tapi kamu bisa mempersiapkan diri. Bersiaplah, sebaik mungkin, untuk menangkap kesempatan yang akan membawamu ke pengalamanmu sendiri.

Saya mengikuti kursus drum dari Sonny Igoe bertahun-tahun yang lampau. Sonny melihat saya bermain di sebuah sesi dan berkata, “Saya tidak akan menarik bayaran dari pelajaran ini. Kamu tidak perlu belajar lebih banyak pada tingkat ini. Kamu perlu bermain.” Pertanyaan saya kepada Sonny adalah, “Bagaimana saya mengetahui segala sesuatu yang perlu saya ketahui?”. Ia menjawab, “Mainkan saja, dan bermainlah lebih sering lagi.” 

Tidak lama setelah pertemuan ini, Sonny merekomendasikan saya untuk ikut dalam band Woody Herman. Saya diaudisi dan mendapatkan pekerjaan itu, dan itulah awal dari pengalaman profesional saya. Setelah enam bulan dalam band itu, saya mulai mengerti. Untuk bermain dengan baik, kamu harus bermain. Bermain apa saja, dimana saja, kapan saja. Jika kamu siap, kamu tidak hanya punya kesempatan untuk memperoleh pengalaman, tetapi juga kesempatan emas dalam hal drumming. Ingat bahwa setiap orang mulai dari tanpa pengalaman sama sekali. Kita semua memulai dari awal yang sama. Bertahanlah dan teruslah mencoba. Ini juga merupakan bagian dari pengalaman.

Nah, setelah menyimak tulisan drumming dan pengalaman ini, saya belajar banyak sekali, gimana dengan teman-teman? Sampai ketemu di sharing drum saya yang lainnya ya, pastinya di blog Belajar Drum Iman ini. Buat yang ingin ikutan belajar dengan saya dan ikutan sharing, silakan bisa ikutan aja di group saya di facebook yang saya beri nama Belajar Drum Pemula Iman Prabawa. Sampai ketemu disana yaa.. Salam drummer!




Baca juga :
  1. Kesempatan Emas Drummer
  2. Apakah Drummer Otodidak Bermain Lebih Baik?
  3. Belajar Dengan Seorang Guru

Kesempatan Emas Drummer

BelajarDrumIman.com - Kali ini saya kembali mengutip artikel dari bukunya Roy Burns, The Best Concepts. Yang saya angkat adalah sebuah artikel yang berjudul mengenai kesempatan emas drummer. Langsung aja yuk mari kita simak sama-sama artikelnya di bawah ini.

 

Kesempatan Emas Drummer


Para drummer muda sering bertanya, “Bagaimana anda mendapat kesempatan emas?” Dalam kasus saya, hal itu bermula ketika saya bertemu Louie Bellson di Kansas City. Louie sedang mengunjungi studio drum tempat saya belajar. Ia bermain di hadapan kami semua, menjawab pertanyaan, dan kemudian mendengarkan masing-masing murid memainkan drum.

Pada siang harinya, Louie menyarankan saya, “Kamu tidak akan berkembang kalau tetap tinggal di Kansas. Pergilah ke New York atau Los Angeles, dan belajarlah disana.” Saya baru berusia tujuh belas tahun saat itu, tapi saya senantiasa ingat pada nasihat itu, dan ketika berumur sembilas belas tahun, saya benar-benar ke New York.

Ketika saya sampai di New York, saya menghubungi Jim Chapin dan mulai belajar dengannya. Jim membantu saya mendapatkan pekerjaan pertama saya. Pekerjaan itu memberi saya pengalaman dan membuat saya tetap bertahan hidup. Setelah sekitar satu setengah tahun, saya melakukan audisi untuk band Woody Herman dan diterima. Setelah itu di tahun yang sama, saya beraudisi untuk band Benny Goodman. Saya bermain bersama Benny selama kira-kira tiga tahun. Melalui band Benny-lah saya bertemu dengan banyak musisi yang sering bekerja di studio. Relasi dengan orang-orang ini sangat bermanfaat bagi saya setelah saya meninggalkan band Benny dan memulai kerja studio secara freelance.

Bila menengok ke masa lalu, saya kira bermain bersama Benny itulah kesempatan emas saya. Saya mendapat perhatian begitu besar, bertemu banyak musisi, dan banyak belajar tentang bisnis musik. Tapi kesempatan emas ini diawali dengan latihan berjam-jam, belajar bertahun-tahun, bermain di berbagai kesempatan, dan segudang pengorbanan.

Saat ini bisnis tersebut amat berbeda. Misalnya, tempat untuk bermain menjadi semakin sedikit. Meskipun musik yang disajikan secara live tidak sulit ditemukan dibandingkan pada masa sebelumnya, tapi masih banyak kelab malam yang lebih sering memutar rekaman ketimbang menyewa band. Namun kualitas para drummer sekarang lebih baik daripada masa-masa sebelumnya. Mereka diharapkan memiliki banyak peralatan berkualitas dan serba bisa, karena ada begitu banyak gara permainan drum. Jika kamu ingin menjadi drummer profesional, kamu harus siap memanfaatkan kesempatan apa pun yang muncul. Misalnya, belajar membaca notasi musik. Bahkan jika kamu tidak bermaksud menjadi drummer studio, keterampilan membaca ini akan membantumu memahami musik dan mempercepat kemajuanmu. Saya ingat saya mendapat banyak tawaran kerja karena saya bisa membaca notasi. Banyak pemain muda berbakat kehilangan kesempatan karena mereka tidak pernah mempelajari keterampilan ini.

Ikuti kursus drum, dan kembangkan kontrol tangan dan kakimu. Pelajari rudiment sekalipun kamu tidak bermaksud bergabung dalam sebuah marching band. Rudiment adalah bagian dari sejarah permainan drum. Rudiment didasarkan pada beberapa pattern yang amat praktis yang digunakan dalam setiap gaya permainan, sehingga ia bisa membantu anda menjadi lebih fleksibel.

Dengarkan berbagai jenis musik. Kamu tidak akan pernah tahu tugas apa yang akan muncul pada sebuah audisi. Kamu bisa diminta memainkan reggae atau samba. Kalau kamu tidak bisa memainkan apa yang dibutuhkan, si produser, manajer atau pemimpin band akan mencari orang lain yang bisa. Persiapkan dirimu untuk memainkan apa yang dibutuhkan, bahkan jika itu bukan jenis musik favoritmu.

Kalau kamu cukup beruntung untuk bermain bersama grup yang senantiasa berpindah tempat, kemungkinan besar kamu akan bermain di klab selama beberapa minggu. Cari tahu siapa guru dan pemain lokal di tempat tersebut. Ikuti kursus di setiap kota yang kamu kunjungi. Setidaknya kamu akan melewatkan satu atau dua jam yang amat mengesankan bersama seorang drummer profesional. Seperti yang pernah saya alami, percakapan dengan orang seperti ini senilai dengan biaya kursus singkat.

Ikuti klinik drum. Ini adalah peluang untuk melihat dan mendengar pemain pro dari dekat. Itu juga merupakan sebuah peluang untuk bertanya. Kadang-kadang peserta klinik diberi kesempatan untuk menemui sang artis setelah klinik, sehingga kamu bisa menerima nasihat atau jawaban atas pertanyaan-pertanyaan pribadi. Itu juga merupakan kesempatan untuk mempelajari peralatan baru, seperti drum elektronik, atau cymbal, atau hardware drum terbaru. Sebagian besar klinik gratis dan berisi informasi berharga, bahkan untuk drummer berpengalaman sekalipun.

Kalau kamu belajar musik di akademi atau institusi, ikuti kursus bisnis. Pada suatu ketika dalam kariermu, kamu mungkin diminta untuk menandatangi kontrak. Pengetahuan tentang bisnis akan membantumu mengambil keputusan yang lebih baik. Kursus bisnis juga bisa mengajarimu mengatur waktu secara lebih efektif. Kursus semacam itu akan memberitahumu bahwa musik itu seni sekaligus bisnis. Hal ini berlaku lebih tegas pada masa sekarang daripada sebelumnya.

Mintalah saran dari orang-orang yang berpengalaman. Henry Adler membantu saya menegosiasikan kontrak saya dengan Benny Goodman. Setelah itu Henry membantu saya menghindari penandatangan beberapa kontrak yang bisa merugikan. Mintalah saran lebih dari satu orang sebelum mengambil keputusan. Ini akan membantumu memperluas pandangan atas situasi tersebut sebelum memutuskan serangkaian tindakan.

Duduklah dengan pena dan kertas di tangan, dan tuliskan tujuan-tujuanmu. Susun daftar hal-hal yang ingin kamu capai dalam musik, lalu buat daftar hal-hal yang menurutmu perlu kamu lakukan demi mencapai tujuanmu. Setelah itu, buatlah daftar hal-hal yang bisa kamu lakukan, mulai hari ini untuk mengembangkan keterampilan serta sikap yang diperlukan agar sukses..

Bacalah wawancara dengan musisi terkenal dari semua jenis aliran musik. Pelajari kunci-kunci penting yang membantu menopang karier mereka. Pelajari apa yang mereka sukai dan harapkan dari seorang drummer. Temukan bagaimana kesempatan mereka muncul dan bagaimana mereka memanfaatkannya.

Bacalah artikel dan wawancara dengan eksekutif perusahaan rekaman untuk memahami pandangan mereka tentang bisnis musik. Jadilah pelanggan majalah musik. Ada banyak hal yang bisa dipelajari dengan membaca tentang orang-orang sukses dalam bisnis kita.

Siapkan dirimu untuk sukses. Kesempatan datang dalam berbagai bentuk dan ukuran, dan pada saat yang tidak terduga. Kesempatan emasmu mungkin muncul hari ini atau besok. Bersiaplah untuk memanfaatkannya sebaik mungkin. Semuanya tergantung kepada dirimu sendiri!

Nah bagus sekali bukan artikel kesempatan emas drummer dari Roy Burns ini? Semoga teman-teman bisa mendapatkan manfaat dari membaca artikel ini ya. Salam drummer!




Baca juga :
  1. Apakah Drummer Otodidak Bermain Lebih Baik?
  2. Belajar Dengan Seorang Guru
  3. Pengajaran Melalui Intimidasi



 

Apakah Drummer Otodidak Bermain Lebih Baik?

BelajarDrumIman.com - Di tulisan apakah drummer otodidak bermain lebih baik ini saya sharing dari tulisannya Roy Burns yang dia tulis di dalam bukunya yang berjudul The Best Of Concepts. Buku ini dulu sempat diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan dijual di Gramedia, tapi sekarang sudah tidak ada lagi. Semoga teman-teman bisa mendapatkan manfaat dari tulisan ini ya. Yuk mari kita simak tulisannya di bawah ini.

 

Apakah Drummer Otodidak Bermain Lebih Baik?


Beberapa drummer ternama, yang tidak pernah belajar bermain drum secara formal maupun informal, bermain dengan sangat baik. Drummer terkenal lainnya, yang memperoleh pendidikan selama bertahun-tahun, juga bermain dengan amat baik. Para drummer otodidak kadang-kadang cenderung bersikap kritis terhadap emreka yang belajar secara formal. Pernyataan-pernyataan defensif berikut ini dikutip dari wawancara-wawancara para drummer terkenal yang otodidak.

“Saya tidak pernah sekali pun belajar secara formal maupun informal.’”

“Seharusnya drummer tidak terlalu sering belajar. Feeling-nya akan kacau.”

“Saya pemain berbakat alam.”

“Jika kamu terlalu banyak belajar, kamu tidak akan menikmati permainanmu.”

“Klinik drum itu omong kosong.”

“Mainkan saja. Segalanya akan berjalan mulus.”

Mengenai pernyataan yang terakhir mengenai mainkan saja segalanya akan berjalan mulus, kebetulan saya sudah membuat artikel mengenai 4 tahap pembelajaran manusia. Teman-teman bisa membacanya hingga ke bagian ketiga.

Tanpa ikut memihak dalam kontroversi ini, mari kita melihat apa yang sebenarnya terjadi.
  • Selalu ada dua pihak dalam setiap perdebatan. Tapi apakah argumen ini nyata atau sekadar mengada-ada saja? Berdasarkan pengalaman saya, setiap orang otodidak, atau tidak seorang pun otodidak. Sepertinya pernyataan saya ini membingungkan ya? Tapi nanti kita akan melihat penjelasannya.

    Semua pemain yang baik belajar sendiri, entah melalui pendidikan atau tidak. Mereka belajar cara bermain dengan memainkan drum, mendengarkan, dan menyaksikan permainan drum. Dengan kata lain, mereka senantiasa belajar dari orang lain. Jadi, dalam hal ini, pemain otodidak sebenarnya sama sekali tidak otodidak. Mereka hanya tidak pernah mengikuti pendidikan mengenai cara bermain drum.

    Drummer yang belajar secara formal atau informal belajar dengan memainkan drum, mendengarkan, dan menyaksikan permainan drum. Prosesnya sama untuk semua orang. Lalu dimana perbedaannya?

    Perbedaannya adalah pemain yang melewati jalur pendidikan memiliki informasi lebih banyak tentang musik dan instrument yang ia mainkan. Ini tidak menjamin bahwa dia akan bermain dengan lebih baik ketimbang pemain yang tidak memperoleh pendidikan. Tetapi ia memiliki kesempatan untuk belajar lebih banyak lagi dan untuk terus bertumbuh secara musikal karena ia memiliki landasan yang kuat. Ia juga diharapkan tahu cara belajar. Keterampilan ini akan sangat bermanfaat bagi perkembangannya dalam jangka panjang.

    Drummer seperti Steve Gadd, Louie Bellson, Dave Garibaldi, Max Roach, Billy Cobham, Jack DeJohnette, Danny Gottlieb, Ed Soph, dan Ed Shaughnessy, misalnya, mempunyai latar belakang pendidikan di bidang drumming dan musik. Masing-masing bermain dengan gayanya sendiri, yang ia pelajari sendiri. Tetapi kuncinya adalah bahwa mereka telah dan masih mengembangkan gaya individual mereka. Mereka semua bisa membaca notasi musik dengan sangat baik dan telah menghabiskan banyak waktu di ruang latihan.

    Pembelajaran mengembangkan pikiran, dan perkembangan pikiran musikal itulah yang menjadi bagian integral dari setiap pertumbuhan drummer hebat. Pembelajaran juga membantu mengembangkan disiplin pribadi dan kepekaan pengorganisasian ide-ide.

    Seseorang juga mungkin terus bertumbuh dan berkembang secara musikal dengan pengetahuan yang amat minim tentang permainan drum dan musik. Tetapi ini jauh lebih sulit. Ini seperti mencoba memasak tanpa resep. Kadang kamu beruntung, kadang tidak. Metode pembelajaran mencoba dan salah (trial and error) bisa bermanfaat, tapi membutuhkan waktu lebih lama.

    Belajar dengan seorang guru yang baik bisa membantu seseorang mengatasi kesulitan-kesulitan teknis sejak dini. Dengan demikian konsentrasi pada musik bisa didekati dengan lebih percaya diri.
  • Jenis musik yang dimainkan harus dipertimbangkan . Misalnya, jika kamu ingin menjadi drummer studio, drummer simfoni, pemain perkusi serba bisa, drummer rudimental, drummer big band kontemporer, atau drummer rock piawai, keinginanmu akan lebih mudah tercapai jika kamu memiliki landasan pendidikan drumming.

    Jika kamu hanya ingin iseng bermusik di garasi bersama kawan-kawanmu, kamu tidak perlu banyak latihan. Tetapi saat kamu beranjak tua nanti, kamu akan tahu bahwa hal ini tidak akan memuaskan hasrat musikalmu. Ketika sebuah band tumbuh melebihi kemampuan drummernya, mereka akan memutuskan untuk mencari drummer baru.

    Jika kamu berkembang lebih lamban ketimbang orang-orang lain dalam grupmu, suatu ketika kamu akan dienyahkan dari grup itu. Juga, jika kamu berkembang lebih cepat daripada kawan-kawanmu, kamu tidak lama kemudian akan punya peluang untuk bergabung dalam grup yang lebih baik, atau bahkan membentuk grup sendiri.
     
  • Semakin lama kamu menunda untuk mulai belajar, keputusannya akan semakin sulit. Banyak pemain muda malu belajar secara formal atau informal karena mereka merasa sudah bisa. Itu seperti siswa SMA diminta kembali ke kelas tiga SMP, kelihatannya sangat memalukan!
     
  • Drummer yang baik dan telah belajar serius tidak membuang-buang waktu mengkritik mereka yang tidak memperoleh pendidikan. Mereka biasanya mengerti bahwa setiap orang belajar sendiri cara memainkan drum. Tidak ada orang yang melakukannya untukmu. Kamu harus melakukannya sendiri.

Jangan malu untuk belajar dari orang lain dan juga jangan buang-buang waktu untuk berdebat, belajarlah sebisamu, bagaimanapun caranya. Jika caranya adalah melalui pendidikan, dan itu bertentangan dengan prinsipmu, tanyakan kepada dirimu sendiri pertanyaan ini, “Seberapa penting bermain drum itu bagiku?”. 

Jika jawabannya adalah ,”Bermain drum sangat penting bagiku!” maka saya sarankan kamu mengevaluasi kembali beberapa gagasan-gagasanmu. Ingat! Kamu dan bukan orang lain yang bertanggung jawab atas perkembanganmu sendiri sebagai seorang drummer dan sebagai individu. Kualitas permainan seperti apa yang ingin kamu capai?

Nah semoga teman-teman bisa mendapatkan manfaat dari artikel apakah drummer otodidak bermain lebih baik ini. Salam drummer!




Baca juga :
  1. Belajar Drum Dengan Seorang Guru
  2. Pengajaran Melalui Intimidasi
  3. Tidak Ada Kata Terlambat Untuk Belajar Drum

 

Belajar Dengan Seorang Guru

BelajarDrumIman.com - Kali ini saya sharing sebuah tulisan yang ditulis oleh Roy Burns, buat teman-teman yang pernah membaca bukunya, ini sebagai pengingat kita kembali saja. Karena isinya yang sangat luar biasa bagus kalau menurut saya. Yuk kita simak tulisan dia mengenai belajar dengan seorang guru ini.
 

 

Belajar Dengan Seorang Guru


Ada banyak pendapat dan sudut pandang (pro dan kontra) tentang belajar dengan seorang guru drum private. Drummer yang tidak pernah belajar dengan cara ini sering mengkritik guru drum. Para guru drum mengkritik satu sama lain, kadang secara pribadi, kadang di depan publik. Para drummer muda mungkin merasa bahwa belajar membaca notasi musik tidak penting. Beberapa pengajar musik di akademi merasa bahwa para guru drum menekankan rudiment dan teknik tanpa memberikan pengetahuan yang memadai tentang musik itu sendiri. Drummer profesional kadang kala mengkritik para guru drum private. Argumen itu berlangsung terus menerus, tahun demi tahun.

Yang menakjubkan adalah bahwa para drummer muda baru senantiasa hadir di kancah profesional dengan latar belakang yang amat beragam. Beberapa pemain yang benar-benar mahir tidak bisa membaca notasi musik. Sementara yang lain memiliki pengetahuan luar biasa tentang musik dan permainan drum. Beberapa drummer tidak pernah belajar cara bermain drum secara reguler. Yang lainnya mengikuti studi yang intens dengan pneuh disiplin selama bertahun-tahun.

Saya merasa bahwa, meskipun latar belakang mereka berbeda-beda, semua pemain terampil memiliki ciri-ciri umum. Ciri-ciri itu adalah mereka mampu mengajari diri mereka sendiri, atau untuk belajar sendiri, bagaimana dan apa yang ingin mereka mainkan.

Ini bukan berarti bahwa pelatihan tidak bermanfaat. Seorang guru yang baik bisa memberikan banyak hal kepada muridnya. Sayangnya dia tidak bisa memasukkan kemampuan, bakat, atau hasrat ke dalam diri si murid.
 

Keuntungan Belajar Dengan Seorang Guru


Tidak ada guru yang bisa mengajarkan lewat pengalaman dan jam terbang. Tapi janganlah kita meremehkan pentingnya seorang guru yang baik. Ia bisa membantu muridnya melalui berbagai cara. 

Ia bisa melakukan hal-hal berikut :
  1. Membantu murid mengembangkan teknik yang baik. 
  2. Membantu murid belajar membaca notasi musik.
  3. Membantu murid belajar menyimak dan mendengarkan sebuah musik.
  4. Membantu murid bersiap untuk situasi kontes, audisi, dan kerja.
  5. Memberikan dukungan.
  6. Menyampaikan kritik dan reevaluasi ketika muridnya mulai berlebihan dalam menilai prestasinya, atau ketika si murid mula menganggap dirinya sebagai yang paling hebat.
  7. Menyebutkan nama-nama drummer yang permainannya perlu didengarkan oleh si murid.
  8. Membantu murid mengembangkan kesadaran dan pengertian mengenai gaya-gaya permainan yang berbeda.
  9. Mendiskusikan kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh muridnya. Beberapa pelajaran terbaik muncul dari aktivitas ini.
  10. Membantu muridnya mempelajari dasar-dasar musik serta permainan drum.

Dengan membagi pengetahuann serta pengalaman, guru tersebut bisa menghemat waktu murid yang berharga dengan menghindari metode coba dan salah. Kalau begitu mengapa saya berkata bahwa tidak ada guru yang bisa mengajarkan styel atau cara bermain?

Kawan baik saya, Paul Kush, yang mengajar drummer muda di California, berkata kepada para muridnya, “Lima puluh persen yang kalian butuhkan bisa dikembangkan dan dipelajari melalui studi dan praktek. Lima puluh persen sisanya harus kalian pelajari sendiri dengan keluar dan bermain bersama musisi lainnya.”

Dasar-dasar musik dan permainan drum adalah sama bagi siapa pun. Seorang pengajar tidak perlu menjadi seorang maestro terlebih dahulu untuk bisa mentransfer pemahaman tentang dasar-dasar ini kepada seorang anak muda. Malah sebenarnya beberapa pemain yang piawai bukan guru yang hebat. Kebanyakan dari mereka tidak memiliki kesabaran yang dibutuhkan untuk mengajar secara efektif. Saya amat beruntung belajar dari para pemain profesional yang mampu mengartikulasikan pengalaman mereka. Ini adalah tipe guru yang bisa membantu murid tingkat lanjut bertransisi menjadi seorang pemain profesional.

Idealnya, pengajaran menjadi pengalaman kreatif baik bagi guru maupun muridnya. Maksud saya, para guru yang benar-benar baik akan belajar dari pengalaman dan dari muridnya secara terus menerus.

Salah satu masalah yang dihadapi oleh murid yang tingkatannya lebih tinggi adalah bahwa dia sudah terlanjur mengembangkan kebiasaan dan cara-cara tertentu untuk melakukan segala sesuatu pada saat dia mulai dibimbing oleh seorang pengajar profesional top atau ketika memasuki sekolah atau akademi musik.

Jim Petercsak, yang mengajar perkusi di Potsdam University di New York, telah mengembangkan cara yang sensitif dan cerdas dalam menghadapi situasi ini. Jim berkata, “Saya tidak pernah mencoba mengubah teknik murid saya, atau memaksanya bermain dengan cara lain. Saya hanya menambahkan apa yang sudah dia miliki. Lebih mudah membentuk kebiasaan baru daripada meninggalkan kebiasaan lama.”

Bob McKee, seorang kawan baik saya yang mengajar di Cleveland, Ohio, merasa bahwa tantangan terberat seorang guru adalah mempersiapkan si murid untuk bermain dengan baik dalam berbagai gaya. Dia benar! Sering kali disitulah letak perbedaan antara ebrmain dan tidak bermain drum, terutama bagi seorang drummer muda.

Bermain dalam gaya yang berbeda membutuhkan pemahaman tentang musik yang hendak dimainkan. Ini lebih dari sekadar belajar ‘beat’. Bob berhasil membantu murid-muridnya belajar menghadapi gaya yang berbeda dan berbagai situasi musikal. Banyak mantan muridnya sekarang bermain di band-band kondang dan band-band profesional dengan bayaran yang layak.
Panduan Untuk Memilih Seorang Guru

Berikut ini adalah sedikit panduan untuk memilih seorang guru :
  1. Cobalah berwawancara dengan guru tersebut atau bicaralah dengan beberapa muridnya. Ini akan memberimu ide mengenai spesialisasi guru tersebut dan apa yang bisa kamu pelajari. Tidak setiap guru bisa menawarkan apa yang paling menarik hatimu. Pada tingkat tertentu, hal ini tergantung pada pengalaman guru tersebut dan apa yang menurutnya penting untuk ditekankan kepada muridnya.
  2. Hindari guru yagn sering mengkritik pemain drum atau guru lainnya. Masing-masing orang boleh berpendapat, tetapi pembentukan ego yang defensif dan menyita waktu murid bukan bagian dari proses pengajaran.
  3. Hindari guru yang sering kali bermain lebih lama ketimbang muridnya selama jam pelajaran. Ada saat-saat ketika hal ini perlu dilakukan untuk memperjelas keterangan yang diberikan, tapi ini adalah pengecualian dan bukan acara rutin.
  4. Hindari guru yang menghabiskan banyak waktu menjelaskan teori-teori “aneh” tanpa atau minim aplikasi praktek. Percakapan dan penjelasan memang dibutuhkan, tapi jika terlalu banyak waktu dihabiskan untuk berfilosofi, guru tersebut hanya akan memberi kesan melebih-lebihkan kehebatan dirinya.

Para guru yang baik menekankan dasar-dasar musik dan permainan drum. Mereka berusaha keras membantu si murid mengembangkan perlengkapan dan pengetahuan yang akan dibutuhkannya dalam rangka mengembangkan gayanya sendiri.

Dengan membagi pengalaman, mereka bisa menghemat banyak waktu seorang drummer muda, yaitu menghindari kesulitan yang tidak diharapkan dan mencegah timbulnya kebiasaan buruk.

Orang yang paling penting dalam proses pembelajaran adalah si murid itu sendiri. Pada akhirnya, kita sendirilah yang menentukan sampai seberapa banyak yang ingin kita pelajari. Sikap, hasrat, kemauan untuk bekerja, dan kemampuan alami adalah unsur-unsur kunci bagi pembelajaran. Perlengkapan terpentingmu adalah pikiranmu, telingamu, dan dorongan semangat untuk sukses.

Semoga artikel belajar dengan seorang guru dari Roy Burns ini bisa bermanfaat buat kita semua.. amiieenn..




Baca juga :
  1. Pengajaran Melalui Intimidasi
  2. Tidak Ada Kata Terlambat Untuk Belajar Drum
  3. Bakat dan Kegigihan Untuk Berlatih

Pengajaran Melalui Intimidasi

BelajarDrumIman.com - Di tulisan kali ini saya mengambil dari tulisannya Roy Burns di bukunya yang berjudul The Best Of Concepts, saya rasa buku ini sangat bagus sekali. Oleh karena itu saya ambil dan semoga teman-teman juga bisa belajar dan mengambil pelajaran dari artikel pengajaran melalui intimidasi yang dia sharingkan di bawah ini. Mari kita simak artikelnya yuk..

 

Pengajaran Melalui Intimidasi


Bayangkan bagaimana perasaanmu bila, saat pertama kali kamu belajar bermain drum dengan seorang guru, gurumu berkata, “Kamu bisa main dengan benar atau ngga sih??” atau “Cara memegang stick saja kamu tidak tahu!!” Atau bagaimana dengan “Maksudmu, gurumu yang terakhir itu bilang permainanmu bagus? Kamu payah!!”. Masing-masing komentar ini dilontarkan kepada beberapa murid saya oleh para guru mereka sebelumnya.

Yang mengejutkan adalah bahwa murid yang dikomentari itu punya bakat yang luar biasa besarnya. Misalnya, saya punya seorang murid berusia lima belas tahun yang bermain drum dengan amat baik. Teman-teman sekolahnya mendengar bahwa dia ikut bermain dalam sebuah grup rock lokal. Mereka lantas memberi tahu pelatih perkusi di SMA mereka bahwa anak ini luar biasa.

Tampaknya pelatih perkusi ini merasa terancam. Menurut saya, dia memutuskan untuk memberi pelajaran kepada anak muda ini dan untuk meruntuhkan semangat dan niatnya untuk belajar drum dan menjadi bagus disitu. Pelatih perkusi itu membuat hidup anak itu sedemikan sengsara sehingga orangtua anak itu memintanya memindahkan anak itu dari band tersebut ke kelas lain. Ini menyedihkan, karena anak itu kehilangan pengalaman bermain dengan band sekolah, akan tetap sisi baiknya adalah orang tuanya jadi tahu bahwa pelatih perksui tersebut sudah kelewatan.

Saya punya murid lain berusia lima belas tahun yang punya kemampuan alami sangat besar. Ketika saya memberinya pelajaran pertama, saya tercengan pada kefasihannya memainkan drum. Selama pelajaran, ia menceritakan kepada saya pengalamannya bersama beberapa guru drumnya sebelumnya. Misalnya, salah seorang gurunya berkata kepadanya, “Kamu punya begitu banyak kebiasaan buruk sehingga saya harus mengajarimu lagi dari awal.” Saya setuju bahwa anak berbakat ini perlu memperbaiki beberapa kekurangannya. Ia tentu telah menyadari hal itu, karena itu ia memutuskan untuk belajar lagi. Tetapi memulai dari awal tentu konyol sekali. Kita hanya perlu berlatih di area yang perlu kita perbaiki saja.

Ketika saya masih muda, saya mengalami hal ini, seorang guru drum berkata kepada saya. “Lakukan seperti ini!” Saya berkat, “Kenapa? Saya tidak paham!” Ia membalas, “Saya guru, saya tahu cara yang benar. Saya tidak punya waktu untuk menjelaskan semuanya. Kerjakan saja!”. Sampai disini saya berkata, “Kalau saya tidak mengerti, bagaimana saya bisa berlatih dengan efektif?”. Guru tersebut melunak dan menjelaskan apa yang ingin dilakukannya. Saya memahami pelajaran itu, dan sejak saat itu hubungankami menjadi lebih baik.
Pendekatan Pengajaran Melalui Intimidasi

Ed Shaughnessy adalah sahabat lama saya. Saya setuju dengan pendekatan Ed, yaitu bersikap positif. Ed mengajar melalui contoh, bukan dengan mencemooh atau intimidasi. Ia biasanya bermain di hadapan muridnya, menunjukkan kepadanya bagaimana melakukan pelajaran itu, dan kemudian mendorong si murid untuk melakukannya, sangat positif dan sangat logis.

Salah seorang murid saya menceritakan kepada saya bahwa dia sedang mengikuti les ketika gurunya mulai meneriakinya. Saya bertanya, “Kenapa dia berteriak?” Ia menjawab, “Well, mungkin karena saya tidak bisa memainkan bagian pelajaran ini. Saya kesulitan.” Apa yang kamu rasakan setelah guru itu meneriakimu? Apakah hal itu membantumu berlatih lebih baik?” tanya saya. “Tidak!” katanya. “Saya menjadi gugup sesudahnya sehingga berpikir pun sudah tidak bisa. Saya bahkan tidak ingat apa kelanjutanna.” Menurut saya ini adalah kasus dimana serang guru memindahkan rasa frustasinya ke muridnya. Sebagai ganti berteriak, dia seharusnya memikirkan pendekatan lain yang mungkin lebih efektif untuk mengkomunikasikan pelajaran itu kepada muridnya.

Salah seorang anak muda yang sangat mahir yang saya kenal menceritakan pengalamannya. Ia mengikuti kursus dengan seorang guru yang memintanya memainkan sesuatu di set drum. Ia memainkan pattern funk yang groovy, yang setelah itu dikomentari oleh gurunya. “Caramu sama sekali salah. Kamu tidak membangkitkan energi yang tepat untuk irama seperti itu.” Dengan penuh hormat, si murid berkata, “Mungkin anda bisa memberi contohnya.” Guru itu menjawab, “Saya tidak bermain drum, saya hanya mengajar drum.” Di tengah keheranannya, si murid bertanya, “Bagaimana anda mengajar kalau anda tidak bermain?”. Guru itu berkata lagi, “Saya melihatmu bermain, dan memberitahumu apa yang salah dalam permainanmu.” Anak muda itu lantas bertanya, “Apakah anda pernah mengatakan kepada orang-orang apa yang telah mereka lakukan dengan benar atau apakah anda tahu apa yang benar?”. Sampai disini dia lantas mengepak tas sticknya. Saat dia hendak keluar ruangan, dia berkata, “Saya tidak mau membayar untuk kursus ini. Ini cuma lelucon!”

Saya setuju dengan kawan saya Joe Morello, yang baru-baru ini berkomentar di majalah Modern Drummer, “Bila kamu tidak bisa melakukannya, bagaimana kamu bisa mengajarkannya?” Joe dan saya berdiskusi tentang hal ini selama beberapa lama. Ia tidak bermaksud mengatakan bahwa guru harus memainkan semuanya, yang ia maksudkan adalah guru harus punya beberapa pengalaman bermain secara profesional.”

Agar kamu tidak salah paham, ijinkan saya mengatakan bahwa ada banyak guru yang berdedikasi dan bermutu. Sebagian besar orang yang pernah menjadi guru saya, sekarang saya anggap sebagai kawan-kawan yang amat berharga. Saya yakin akan pengajaran, dan saya yakin guru yang baik layak dihargai. Tapi murid pun layak dihargai. Jarang sekali ada situasi, seandainya pernah ada, dimana cemooh, intimidasi, atau hinaan akan bermanfaat bagi si murid. Kritik yang terlampau kasar, sarkastis, atau merendahkan tidak pernah ada manfaatnya.

Ada banyak musisi yang mengaku bahwa mereka tidak bisa mengajar. Pengajaran membutuhkan tipe kepribadian tertentu, yaitu kepribadian yang positif dan menghadirkan semangat. Pengajaran membutuhkan kesabaran, pengertian, dan kesenangan melihat orang lain berkembang. Seoarng guru harus bisa menciptakan atmosfer bersahabat di mana pembelajaran menjadi lebih mudah dan menyenangkan. Dia harus menampakkan antusiasme terhadap permainan drum dan musik. Singkatnya, jika guru tidak menyukai pengajaran, muridnya kemungkinan besar tidak menikmati pelajaran yang diberikan.

Bila kamu kursus dengan seorang guru dan kamu merasa seolah-olah tidak belajar, cobalah cari guru lain. Jika gurumu selalu melihat ke jam tangannya, cari guru lain. Tapi ingat, beberapa orang punya kepribadian yang tidak sesuai dengan yang kita inginkan. Kamu dan gurumu mungkin tidak pada gelombang yang sama. Carilah orang yang membuatmu merasa nyaman. Alasan kita semua bermain drum adalah drumming itu menyenangkan. Belajar hendaknya juga menyenangkan. Ingat, banyak guru yang baik adalah juga pemain yang berkualitas dan pribadi yang positif. Jika kamu ingin proses pembelajaranmu bermanfaat sekaligus menyenangkan, carilah guru-guru itu. Mereka akan dengan senang hati mengajarimu.

Nah, seru kan artikelnya? Saya sendiri belajar banyak sekali dari artikel pengajaran melalui intimidasi ini. Sampai ketemu lagi di sharing drum saya berikutnya yaa.. Salam drummer!




Baca juga :
  1. Tidak Ada Kata Terlambat Untuk Belajar Drum
  2. Bakat dan Kegigihan Untuk Berlatih
  3. Drumming dan Keletihan