Advertisement

Friday, August 1, 2014

Saran Dalam Mengajar Drum

BelajarDrumIman.com - Saya kali ini mau sharing saran dalam mengajar drum. Kebetulan waktu itu ada teman kita yang inbox di facebook saya bertanya mengenai cara mengajar yang baik itu seperti apa. Lumayan banyak juga guru-guru drum yang bertanya kepada saya mengenai tips mengajar drum yang baik. Kebetulan saya sudah membuat artikelnya yang berjudul Tips Di Dalam Mengajar Drum silakan teman-teman bisa membacanya disana.

Ini saya skrinsutkan ya pertanyaan dari teman kita yang kebetulan sepertinya baru saja mengajar drum. Memang mengajar itu menurut saya adalah sebuah seni. Kenapa sebuah seni? Karena tiap murid butuh perlakuan yang berbeda. Ngga bisa semua murid kita sama ratakan.

Saran Dalam Mengajar Drum

Mari kita bahas mengenai hal ini yaa..

Saran Saya Dalam Mengajar Drum


Teman-teman untuk bisa lebih tahu dan lebih bisa berkonsultasi dengan saya mengenai masalah mengajar ini, bisa ikutan juga lho di group Sekolah Drum Iman Prabawa, dimana detail biaya untuk bergabungnya bisa teman-teman baca DISINI. Nanti disitu saya akan menjawab satu per satu dari pertanyaan teman-teman mengenai drum. Atau kalau teman-teman ingin les langsung di rumah saya juga bisa, untuk detail biaya dan lokasinya, teman-teman bisa membacanya DISINI.

Biasanya orang yang belajar secara otodidak memang belajar sendiri dengan cara coba-coba, dan kebanyakan dari kita kemudian tidak mengamatinya. Sementara kalau kita mau mengamati sebenarnya kita bisa membuat catatan mengenai perkembangan apa yang kita pelajari, sehingga nanti ketika kita mengajar kita jadi bisa mengingat apa yang dulu pernah kita jalani dalam belajar sehingga bisa kita sharingkan juga kepada murid kita.

Dan memang mengajar itu sangatlah berbeda dengan kita menjadi jago. Kalau kita berlatih itu untuk diri kita, kita tahu diri kita kemampuannya sampai dimana, sementara kalau kita mengajar yang perlu kita lakukan adalah mentransfer ilmu, dan membahasakannya dengan bahasa yang mudah untuk murid kita mengerti dan cerna sehingga akhirnya mereka pun pada akhirnya bisa mempraktekkannya.

Dan memang banyak sekali pemain drum jago yang tidak bisa mengajar, karena mengajar itu butuh kesabaran dan butuh juga kemampuan verbal yang baik, yaitu kemampuan dalam menyampaikan dengan kata-kata yang mudah untuk dimengerti, dan ini tidak semua orang memilikinya.

Tapi bisa dipelajari, namun tetap sih bakat itu berperan sangat besar. Kalau memang kita sudah berbakat dalam mengajar biasanya itu bisa kita rasakan dari sekeliling kita yang merasa senang kalau kita ajar, karena cara penyampaian kita yang mudah untuk mereka cerna. Kalau pengakuan itu datang dari teman-teman kita, itu berarti menurut saya kita punya bakat yang bagus untuk bisa jadi guru yang bagus juga.

Saya dulu juga begitu, ketika saya masih kuliah dan teman-teman saya banyak bertanya, saya coba menjawab dan beberapa dari mereka bicara kalau saya itu enak dalam menjelaskan, cara saya menyampaikan mudah untuk mereka mengerti. Nah pengakuan itu awalnya datang dari lingkungan sekitar saya dulu, baru kemudian setelah saya membuat video, pengakuan itu menjadi lebih besar lagi, dimana teman-teman bisa membacanya juga di TESTIMONIAL saya ini.

Dan untuk pertanyaan teman kita ini biasanya memang saya harus ketemu dulu dengan muridnya dan berhadapan langsung, dari situ saya bisa menilai, dan pastinya saya akan mencoba dulu, gimana kalau begini? Apakah dia akan mudah untuk mengerti? Kalau gini gimana? Sampai akhirnya saya mendapatkan formula dan cara yang tepat untuk si murid itu, dan tiap murid biasanya selalu saya perlakukan secara berbeda sesuai dengan kemampuan muridnya menerima pelajaran.

Jadi saran yang saya berikan untuk teman kita itu adalah lanjutkan saja, teruskan dan belajar darisitu, amati dan lakukan apa yang menurut teman-teman perlu untuk dilakukan, kemudian nanti tinggal dievaluasi lagi hasilnya. Saya hanya melakukan seperti itu saja sih dan berkembang darisitu.

Nah semoga apa yang saya sharingkan kali ini dalam artikel saran dalam mengajar drum ini bisa bermanfaat buat teman-teman semuanya. Ikutan gabung di Sekolah Drum Iman Prabawa.. Saya tunggu disana! Salam drummer!



Baca juga :
  1. Kursus Drum Untuk Orang Sibuk
  2. Membuat Fill In Sederhana Di Drum
  3. Cara Melatih Traditional Grip

Thursday, July 31, 2014

Jangan Mengambil Konsultasi Langsung Dari Video

BelajarDrumIman.com - Kali ini saya mau sharing mengenai jangan mengambil konsultasi langsung dari video saya di youtube. Kenapa? Ada salah satu teman yang menonton video saya, lalu mungkin tidak memperhatikan dengan baik, saran saya adalah kalau teman-teman menonton video saya, sebaiknya memang teman-teman berkonsultasi langsung dengan saya. Untuk itu teman-teman bisa ikutan dengan menjadi member di group Sekolah Drum Iman Prabawa, dimana nanti saya sendiri yang akan menjawab pertanyaan teman-teman.

Masalah biayanya ngga besar kok, sangat murah sekali kalau dibandingkan teman-teman les drum, untuk detailnya teman-teman bisa membacanya DISINI. Nah ini saya skrinsutkan dulu pertanyaan dari teman kita yang masuk ke inbox saya, namanya saya tidak ikut sertakan ya..

Jangan Mengambil Konsultasi Langsung Dari Video

Yuk mari kita bahas mengenai hal ini..

Jangan Mengambil Konsultasi Langsung Dari Video


Maksudnya apa sih dengan perkataan ini? Maksudnya adalah teman-teman harus menyesuaikan dulu dengan kondisinya, saya juga begitu, saya menonton videonya Steve Smith, lalu saya mempraktekkan yang sama tapi saya tidak mendapatkan hasil yang maksimal, dan juga video yang lainnya. Lalu apa yang salah?

Yang salah adalah di video tersebut tidak ada tahapan yang jelas dalam melatihnya seperti apa, kondisi kita ada di level mana. Itulah kenapa saran saya adalah teman-teman harus mencari guru drum yang bagus yang bisa mengajarkan dan memberikan tahapan yang jelas buat teman-teman.

Steve Smith juga di videonya selalu menekankan akan pentingnya kita mempunyai seorang guru drum yang bagus yang akan memandu kita dalam belajar, tidak hanya memandu tapi juga bisa memberikan tahapan belajar yang jelas yang tentunya disesuaikan dengan level bermain drum kita saat ini.

Guru drum yang baik akan melihat dulu kepada muridnya sudah sampai di level mana muridnya tersebut dalam bermain drum, dan kemudian nantinya dia akan menyusun program latihan yang tepat untuk muridnya tersebut jalankan. Karena biasanya si murid tidak sadar dirinya ada dimana, biasanya siapa pun perlu untuk mempunyai mentor, atau pelatih. Contoh pemain bola terkenal seperti Lionel Messi misalnya tetap aja mempunyai seorang pelatih yang memberi tahu dia apa yang harus dia latih tiap harinya.

Kalau kita pikir kan Messi kan udah jago, kenapa juga dia masih harus punya pelatih juga? Karena ada yang melihat dari luar dirinya, kalau Messi melihatnya dari dalam dirinya, sementara perlu ada orang yang memperhatikan dari luar, apa yang perlu dilatih dan tetap dijaga misalnya.

Jadi saran saya adalah teman-teman silakan cari guru drum yang bagus, atau teman-teman bisa ikutan belajar langsung dengan ikut gabung di group Sekolah Drum Iman Prabawa. Saya bilang sih harganya terlalu murah untuk apa yang teman-teman akan dapatkan nantinya disana.

Kalau begitu sampai ketemu disana yaaa.. Salam drummer!



Baca juga :
  1. Hal Apa Yang Perlu Diperhatikan Saat Memilih Drum
  2. Les Musik Mengapa Mahal?
  3. Cara Menghilangkan Rasa Grogi Saat Manggung

Wednesday, July 30, 2014

Drum Pad Double Pedal Pake Kayu

BelajarDrumIman.com - Saya barusan dapat kiriman inbox di facebook saya, dimana teman kita ini mensharingkan hasil karyanya, dia buat sendiri drum pad double pedal pake kayu. Saya kaget juga, ternyata banyak yang sudah terinspirasi dari video saya yang berjudul membuat kick pad sendiri, teman-teman bisa tonton videonya di bawah ini.



Di grup saya aja sudah banyak yang jadi membuat sendiri kick pad seperti ini. Malah ada yang membuat pedal drum sendiri,teman-teman bisa membaca di salah satu tulisan saya yang berjudul Membuat Pedal Drum Sendiri.

Membuat Drum Pad Double Pedal Pake Kayu


Saya sendiri kaget betapa ternyata murid-murid saya pada kreatif ya? Nah itu dia, memang yang pertama harus punya itu niatnya, karena kalau niatnya sudah gede pada akhirnya kita jadi berpikir, gimana kita bisa latihan sementara kita tidak mempunyai drumnya.

Tapi kalau niatnya tidak besar maka kemungkinan kita untuk kreatif juga jadi tidak ada. Kita jadi tidak mau berpikir, oleh karena itu saya selalu bilang, niatnya dulu yang penting. Kalau niatnya gede, pasti nanti ada jalan kok. Dan itu sudah terbukti dari banyaknya murid online saya yang posting mengenai pedal atau kick pad buatannya, sehingga mereka bisa belajar drum di rumah tanpa mempunyai satu set drum akustik.

Ini saya skrinsutkan ya, yang murid online saya inbox-kan. Saya anggap teman-teman yang sudah belajar dari video di youtube saya itu murid saya yaa..

Drum Pad Double Pedal Pake Kayu

Nah gambar di bawah ini untuk detailnya, kalau di atas kan gambarnya kecil banget ya? Kita lihat yuk di gambar di bawah ini.

Drum Pad Kayu

Saya salut ih sama kalian, kreatif sekali! Senang ngeliatnya! Itu artinya teman-teman semua niat untuk belajar drum-nya memang besar. Saya sangat yakin kalau memang niatnya sudah sebesar ini pasti nanti teman-teman akan menjadi drummer yang bisa bermain dengan bagus. Teruskan niat kalian yang besar ini dengan berlatih rutin tiap harinya ya.

Ini barusan kan saya nanya, dan sudah dijawab sama dianya, pedalnya yang dia buat sendiri! Mantabz!!

Pedal Buat Sendiri

Semoga teman-teman yang lainnya juga jadi ikutan terinspirasi dengan adanya postingan dari teman kita ini melalui facebook saya. Oh iya, buat teman-teman ingin ikutan belajar drum langsung dengan saya, walau pun teman-teman berada di luar Jakarta, karena domisili saya saat ini adalah di Jakarta, bisa juga ikutan belajar drum dengan saya yang langsung akan membimbing kalian.

Caranya gimana? Caranya bisa teman-teman baca lengkapnya DISINI. Atau yang berada di Jakarta dan ingin belajar langsung dengan ketemu saya secara langsung, bisa membaca juga DISINI untuk detail biaya dan waktu kursus juga alamatnya.

Kalau begitu sampai ketemu lagi di postingan saya yang lainnya ya, pastinya tetap di blog Belajar Drum Iman Prabawa ini. Salam drummer!



Baca juga :
  1. Mengenal Flam Rudiment
  2. Untuk Bisa Main Drum Apakah Harus Bisa Nyanyi?
  3. Drummer dan Mem-Bully


Tuesday, July 29, 2014

Shampoo Anti Ketombe Untuk Membersihkan Cymbal

BelajarDrumIman.com - Saya membuat tulisan shampoo anti ketombe untuk membersihkan cymbal karena sebelumnya di twitter saya ada yang bertanya, merek shampoo apa yang bisa digunakan untuk membersihkan cymbal? Tadinya saya ngga ngeh, dan memang pernah sempat membaca bahwa shampoo anti ketombe memang bisa digunakan untuk membersihkan cymbal. Jadinya saya cobain aja deh sekalian, kebetulan saya juga menjual cymbal saya ke teman saya, ya udah deh karena teman baik, saya bersihkan saja sekalian cymbalnya.

Kalau kata Michael Christian di twitter, dia sering menggunakan shampoo anti ketombe dan tidak ada pengaruh ke sound cymbalnya. Jadi kenapa tidak saya coba? Dan tadi siang saya coba untuk membersihkannya menggunakan shampoo anti ketombe. Tadi sih saya mencoba menggunakan merek Head and Shoulder, tapi karena sudah mau habis saya ke Indomaret sebentar, kebetulan Indomaret dekat sekali dengan rumah saya, dan saya membeli shampoo anti ketombe merek Pantene.

 

Menggunakan Shampoo Anti Ketombe Untuk Membersihkan Cymbal


Nah ini kita lihat ya gambarnya di bawah ini saya fotokan sebelum dan sesudahnya dan kemudian saya jadi satukan gambarnya. Kita lihat yuk

Shampoo Anti Ketombe Untuk Membersihkan Cymbal

Ini cymbal saya sudah cukup lama tidak dibersihkan karena memang saya tidak terlalu suka atau lebih tepatnya tidak tahu kalau bisa membersihkan cymbal dengan menggunakan shampoo anti ketombe seperti ini. Jadi biasanya saya biarkan saja, kalau sudah kotor banget baru saya gunakan pembersih cymbal seperti yang tertulis di artikel saya, Jual Pembersih Cymbal, baru kemudian akan menjadi kinclong lagi deh.

Lumayan juga lho, seperti yang memang pernah saya baca dari tweetnya Michael Christian atau webnya, dia bilang ini berguna untuk yang ngga terlalu kotor. Lumayan jadi lebih bersih kan kalau kita lihat dari gambar di atas. Kalau masih kurang kelihatan ini saya upload fotonya sendiri-sendiri ya, yang ini foto sebelum saya bersihkan.

Sebelum Membersihkan Cymbal Dengan Shampoo
Sebelum
Dan foto di bawah ini adalah foto sesudah saya bersihkan dengan menggunakan shampoo anti ketombe.

Sesudah Membersihkan Cymbal Dengan Shampoo
Sesudah
Beda kan? Terlihat bercak-bercak bekas tangan jadi hilang, nah ini kalau buat teman-teman yang suka dengan kebersihan cymbal bisa melakukan ini. Kalau teman-teman beli cymbal dari baru, kan masih kinclong banget tuh, begitu sudah lumayan sering kita mainkan akan mulai ada tanda-tanda bercak tangan kita. Langsung aja teman-teman rajin bersihkan dengan menggunakan shampoo anti ketombe ini. 

Ada yang bilang juga dengan menambahkan menggunakan jeruk nipis kalau ada yang hitam-hitamnya. Tapi jujur untuk menggunakan jeruk nipis saya belum pernah mencobanya, jadi silakan teman-teman saja yang mencobanya dan nanti buat artikelnya ya seperti apa hasilnya.

Juga difotokan juga sebelum dan sesudahnya jadi kita bisa melihat dan belajar dari eksperiment teman-teman ini. Seru juga nih, jadi senang saya membersihkan dan menjaga cymbal saya tetap bersih dan kinclong. Oh iya ini hanya berlaku buat yang cymbalnya ngga terlalu kotor ya, makanya tadi saya bilang kalau beli dari baru, rajin-rajin aja membersihkan dengan cara ini.

Kalau sudah terlanjur kotor dan menghitam, bisa beli pembersih cymbal di saya. Hihihi.. Nah sekian dulu ya laporan eksperiment saya hari ini. Kalau teman-teman ada yang ingin ditanyakan, silakan langsung ikutan bergabung aja di Sekolah Drum Iman Prabawa, dimana ini merupakan pembelajaran drum secara online, jadi teman-teman bisa belajar langsung dengan saya walau teman-teman berada jauh dari Jakarta.

Kalau teman-teman ada di luar pulau juga bisa, karena sistem belajarnya disini adalah secara online. Gimana sih? Nah detailnya teman-teman bisa langsung saja mengklik DISINI karena disitu saya menjelaskan secara lebih mendetail mengenai hal ini.

Sampai ketemu lagi di sharing mengenai drum lagi ya, tetap di blog ini tentunya. Salam drummer!

Ini adalah postingan tambahan, karena tadi saya share tulisan ini di group di facebook ada yang komen, dia sudah mencobanya dan berhasil juga ke dia. Ini saya skrinsutkan ya percakapan kita di facebook.


Nah ini kalau mau lebih detail melihat gambar yang difotokan, karena disitu terlalu kecil ya. Yuk kita lihat hasilnya di gambar yang lebih jelas di bawah ini.


Sampai ketemu di kelas drum saya yaaa.. Sekali lagi salam drummer!



Baca juga :
  1. Tips Memilih dan Mencoba Cymbal
  2. Merek Cymbal Yang Bagus
  3. Tips Memperpanjang Umur Cymbal

Monday, July 28, 2014

Membersihkan Cymbal Dengan Shampoo

BelajarDrumIman.com - Kali ini saya mau membahas mengenai membersihkan cymbal dengan shampoo. Kebetulan tadi di twitter ada yang bertanya kepada saya, pake merek shampoo apa. Yuk kita baca saja langsung pertanyaannya di bawah ini.

Membersihkan Cymbal Dengan Shampoo

Membersihkan Cymbal Dengan Menggunakan Shampoo


Saya sendiri jujur belum pernah membersihkan cymbal dengan menggunakan shampoo soalnya, ini barusan saya search karena pernah waktu itu melihat teman saya, Michael Christian share mengenai membersihkan cymbal menggunakan shampoo. Saran saya sih langsung saja bertanya sama Michael Christiannya karena saya sama sekali belum pernah membersihkan cymbal dengan menggunakan shampoo.

Ini sedikit skrinsutnya, jadi sepertinya memang sudah banyak yang mencoba dan berhasil, silakan langsung saja mem-follow Michael Christian di akun twitternya, @snaredrumfreakz.

Bersihkan Cymbal

Karena saya sendiri kalau membersihkan cymbal menggunakan pembersih cymbal LOC, kebetulan saya jualan. Kalau teman-teman minat untuk membelinya teman-teman bisa membaca artikel saya yang berjudul Jual Pembersih Cymbal.

Saya termasuk orang yang malas membersihkan cymbal kalau belum kotor banget, makanya saya ngga pernah pakai shampoo ini. Jadi tunggu cymbalnya kotor parah, tapi kalau cymbal-cymbal saya yang model K Custom begitu, kalau banyak patina cymbalnya suaranya malah jadi makin enak, jadi saya ngga repot juga membersihkan cymbalnya.

Cuma kalau cymbal yang model Z Custom atau A Custom memang enakan kalau bersih, makanya saya menggunakan pembersih cymbal itu. Kalau ada yang mau beli ke saya silakan aja, bisa langsung menginbox saya untuk detail harga pembersih cymbalnya.

Dan buat teman-teman yang pingin ikutan belajar dengan saya walau pun berada jauh dari Jakarta, bisa ikutan belajar drum secara online. Caranya gimana? Bisa teman-teman klik DISINI untuk detail caranya gimana untuk teman-teman belajar drum dengan saya yang langsung membimbing teman-teman semuanya.

Kalau begitu sampai ketemu di Sekolah Drum Iman Prabawa yaaa.. Salam drummer!



Baca juga :
  1. Merek Cymbal Yang Bagus
  2. Tips Memilih Dan Mencoba Cymbal
  3. Tips Memperpanjang Umur Cymbal

Sunday, July 27, 2014

Tips Di Dalam Mengajar Drum

BelajarDrumIman.com - Kali ini saya mau sharing sedikit tentang tips di dalam mengajar drum. Ada beberapa teman yang menginbox saya di facebook bertanya mengenai tips mengajar drum yang baik. Nah ini saya akan sharing saja apa yang saya lakukan kalau saya lagi mengajar drum. Sebelumnya kita simak dulu yuk salah satu pertanyaan dari teman kita tersebut di bawah ini.

Ane minta saran nih dari para sensei dan kawan2
Saya punya junior dan para anak didik (bkn anak didik sih, lebih ke sama2 msh belajar :))
Peran saya di situ sbg pengajar, baik itu materi atau pun praktek
Lumayan banyak juga, sekitar 6 generasi (6 angkatan, soalnya dlm lingkup eskul)
Kendalanya saya kadang suka bingung/mati gaya ketika ngajarin mereka yg (maaf) agak kurang responsif, lalu ada juga yg kurang begitu paham dgn materi dasar spt sticking dan rudiment padahal sdh saya jelaskan berkali2
Bkn saya ga sabar, cuma agak garuk2 kepala aja
Mohon masukannya, thank's
Yang ini saya skrinsutkan dari pertanyaan yang ada di group Belajar Drum Pemula Iman Prabawa di facebook.

Tips Di Dalam Mengajar Drum

Nah yuk mari kita bahas..

Tips Saya Di Dalam Mengajar Drum


Memang kalau mengajar itu butuh kesabaran yang ekstra, karena disini kita berhadapan dengan murid yang tingkat pemahamannya berbeda-beda. Ada yang cepat banget bisa menerima pelajaran yang kita berikan, ada yang lambat banget dan susah ngertinya. Kalau saya sendiri menghadapi murid yang lambat dalam menerima pelajaran saya, saya kemudian berpikir, "Apanya yang salah ya? Cara dia menerima pelajaran itu yang terbaik gimana ya?"

Saya berusaha untuk menyelami cara berpikir dan memahami murid saya terlebih dahulu. Ada memang murid yang cuma les drum karena dipaksa oleh orang tuanya. Jadi banyak sekali alasan mereka les drum juga. 

Dan menurut saya menjadi seorang pengajar dengan kita bermain drum dengan baik sangat beda jauh. Maka dari itu banyak pemain drum yang bermain drum sangat bagus tapi sangat tidak bagus sekali dalam mengajar. Karena dalam mengajar kita butuh mentransfer ilmu kita, kita butuh membuat orang lain jadi mengerti dan bisa dengan apa yang kita ajarkan, sementara kalau kita latihan sendiri, kita tidak butuh untuk mengerti orang lain, kita hanya butuh mengerti diri kita sendiri untuk latihan yang terbaiknya seperti apa.

Dan ini murid kita banyak, kita juga harus menyesuaikan yang mana tiap murid kan beda-beda cara penangkapan dan kecepatan menangkapnya. Jadi teman-teman kalau memilih guru drum jangan hanya melihat dari faktor jagonya saja dalam memainkan drum. Sangat banyak sekali drummer yang jago main drum tapi tidak bisa mengajar dan hanya menimbulkan frustasi kepada murid-muridnya saja pada akhirnya.

Dan kalau teman-teman perhatikan biasanya guru-guru yang bagus dalam mengajar tidak selalu atau jarang sekali terkenal sebagai artis. Mereka dihargai sebagai guru karena mereka sanggup dan mempunyai kemampuan lebih dalam mentransfer ilmunya kepada murid-muridnya. Guru-guru seperti Freddie Gruber, Gary Chaffee, Alan Dawson, Jim Chapin, banyak di antara kalian yang jarang mendengar nama ini kan?

Tapi mereka sangat dianggap dalam mengajar, dianggap LUAR BIASA kemampuan mereka dalam mengajar. Nah jadi memang harus sabar, dan juga seorang guru harus bisa membangkitkan motivasi murid-muridnya juga untuk mau latihan di kala mereka stress dalam belajar. Jadi fungsi guru ini banyak juga sebagai motivator juga.

Nah kebetulan ada tulisan saya yang membahas soal ini dimana ini saya artikan dari salah satu artikel yang ada di majalah Modern Drummer, bagus sekali, judul artikelnya adalah Panduan Sukses Mengajar Drum. Silakan dibaca aja semoga memberikan ide buat teman-teman dalam mengajar.

Oh iya buat teman-teman yang ingin belajar drum dengan saya, walau pun berada di luar Jakarta, sekarang bisa ikutan juga lho. Caranya gimana? Caranya bisa teman-teman baca selengkapnya DISINI. Nah kalau begitu sampai ketemu lagi di sharing drum saya selanjutnya yaa.. Salam drummer!



Baca juga :
  1. Musikalitas Tinggi Tapi Sepi Job
  2. Drummer dan Kegigihan
  3. Tahapan Belajar

Saturday, July 26, 2014

Drummer dan Mem-bully

BelajarDrumIman.com - Kali ini saya mau sharing mengenai drummer dan mem-bully. Saya lihat di channel youtubenya Mike Johnston dia bahkan membuat video mengenai hal ini. Dan saya pun mengalaminya dua kali. Oh iya teman-teman bisa menonton video Mike Johnston yang membahas mengenai perilaku mem-bully ini di bawah ini.



Bagus banget apa yang disampaikan oleh Mike Johnston dimana disitu dia mengajak kita komen yang positif. Disitu dia juga cerita kalau dia banyak di-bully dan ditertawakan oleh orang lain, banyak yang komen negatif juga di videonya. Dan saya sendiri juga mengalami, dua video saya ada yang komen negatif, kalau yang satu malah parah banget. Hihihi kriuk yummy.

Kalau teman-teman penasaran dan ingin melihat, silakan bisa ditonton video saya DISINI. Hihihi, awalnya sih saya sempat gimana gitu, ada rasa kesal juga, tapi lama-lama saya belajar untuk cuek dan bodo amat. Yang jelas saya sudah berusaha memberikan yang terbaik kok. Itu saja.

Kenapa Sih Orang Mem-Bully?


Kalau menurut saya ada beberapa alasan mungkin ya kenapa seseorang mem-bully atau mengomentari yang negatif, dan biasanya memang hal yang negatif kan lebih cepat berkembangnya ketimbang hal yang positif ya? Itulah kenapa saya membuat group di facebook yang saya beri nama Belajar Drum Pemula Iman Prabawa dimana disitu saya mencoba untuk membuat sebuah group pembelajaran drum dimana kita bisa saling support satu sama lainnya.

Saling membesarkan hati yang lainnya, karena saya tahu dan banyak juga teman-teman yang lain, untuk bisa bermain drum dengan bagus itu butuh waktu dan butuh pengorbanan. Belajar drum butuh perjuangan, untuk kita bisa bermain dengan bagus. Dan ketika kita berusaha main dengan baik, dan komentar negatif justru yang keluar, ini bisa sangat mengecilkan hati kita untuk selanjutnya kita malas untuk latihan lagi.

Ada yang memang jadi down dan rendah diri banget karena masalah bully ini. Kemarin saya menerima komen seperti ini di salah satu video saya.

Drummer dan Mem-bully

Tapi ini kalau saya perhatikan semua drummer dunia juga mengalaminya. Mau yang level apa juga pasti ada aja yang mengkritik kalau main drumnya itu ngga baguslah atau apalah. Padahal sebenarnya kan kita ngga tahu, sebenarnya dia memang alirannya itu atau memang hanya sekedar iseng bermain. Disini menunjukkan juga sih sebenarnya bahwa ngga semua drummer itu bisa menguasai segala hal.

Mike Mangini berkata seperti ini di salah satu DVD, kalau tidak salah di DVD Modern Drummer Festival 2006 deh. Dia berkata bahwa ngga mungkin seorang drummer bisa menguasai semua aliran yang ada, dia sendiri bercerita bahwa ketika dia bermain latin, Horacio Hernandez berkata, "No Mike! Ngga gitu bermain latin itu." Itu karena Horacio kan memang mendalami musik latin dan memang dia orang latin yang tahu jenis musik tersebut dengan baik.

Aliran itu ibarat seperti kita belajar bahasa sih, dan disini aliran itu berarti kita juga harus menguasai aksen dan logatnya. Ngomong bahasa jawa tapi dengan logat Batak atau logat Sunda, atau logat Papua kan jadi aneh terdengarnya tho? Untuk bisa kita menguasai logat Jawa dengan baik ya kita memang harus nyampur dan bergaul dan ngobrol dengan orang Jawa. Begitu juga kalau kita ingin bisa logat Papua, atau Sunda atau Batak dengan baik, kita harus bergaul dan ngobrol dengan orang-orang dari daerah tersebut.

Begitu juga dengan musik, sebenarnya ini memberikan harapan buat kita juga, bahwa memang kita tidak mungkin bisa menguasai semua aliran musik yang ada. Menguasai berarti juga kita bisa memainkan dengan logatnya, dan yang paling susah kalau menurut saya adalah menguasai logatnya. Seperti kita belajar bahasa Inggris, kita bisa saja lancar berbahasa Inggrisnya, tapi apakah logat kita mirip dengan kalau kita mendengar orang Inggris berbicara? Saya rasa hanya sedikit orang yang bisa punya logat yang bagus yang mirip dengan orang Inggrisnya, itu juga bisa jadi karena orang tersebut dari kecil lama tinggal di negara Inggris.

Jadi kembali ke masalah bully, saya rasa kita tidak perlu terlalu memikirkan omongan negatif tentang permainan kita. Bagus misalnya kalau untuk sebagai kritik membangun untuk kita, tapi tidak usah terlalu dipikirkan, mereka juga ngga tahu kita kan? Kecuali kalau itu datang dari orang-orang terdekat kita yang tahu kita itu seperti apa dan bagaimana kita sudah berusaha.

Kembali ke masalah kenapa orang mem-bully, menurut saya ada beberapa alasan :
  1. Merasa dirinya lebih baik dari orang tersebut. Apakah ini artinya bahwa orang tersebut mengidap penyakit hati yang namanya sombong?
  2. Di videonya Mike Johnston dia bilang bahwa orang tersebut "insecure" akan dirinya. Maksudnya adalah orang tersebut ingin dianggap, dan tidak merasa percaya diri sebenarnya, karena biasanya yang saya rasakan orang-orang yang memang bagus bermain drumnya, seringkali lebih banyak diam ketimbang harus mem-bully. Kalau pun mereka bermaksud mengkritik mereka akan sampaikan dengan cara yang baik dan juga dengan solusinya, bukan hanya sekedar mengkritik dan mencela saja. 
  3. Kalau kata John Maxwell, dia ini adalah seorang motivator, dia bilang "Hurt people hurt people". Orang yang biasanya disakiti lebih cenderung untuk menyakiti orang lain. Itu yang dia sampaikan, tapi ada benarnya juga sih.

Nah semoga sharing saya kali ini bisa bermanfaat. Buat teman-teman yang ingin ikutan belajar langsung dengan saya, bisa ikutan di Sekolah Drum Iman Prabawa, teman-teman bisa mengklik DISINI untuk mengetahui detailnya. Saya tunggu disana yaa.. Salam drummer!



Baca juga :
  1. Kursus Drum Untuk Orang Sibuk
  2. Cara Melatih Traditional Grip
  3. Mengenal Flam Aksen

Friday, July 25, 2014

Belajar Drum Butuh Perjuangan

BelajarDrumIman.com - Belajar drum memang butuh perjuangan, setidaknya ini yang terjadi kepada murid saya, dan juga saya sih sebenarnya, dan menurut saya juga para drummer lain yang memang ingin menjadi drummer yang handal. Memang butuh perjuangan untuk kita bisa menjadi drummer yang bisa bermain dengan baik, karena latihan yang konsisten setiap harinya juga sangat kita butuhkan.

Belajar Drum Butuh Perjuangan


Saya sedikit cerita aja, karena kemarin saya kedatangan murid drum saya yang dulu belajar drum dengan saya selama kurang lebih 4 tahun. Dia belajar dari saat dia masih SMP kelas 3 hingga saat dia lulus SMA. Saat di SMP niatnya untuk menjadi seorang drummer sangatlah besar. Dia bisa berlatih berjam-jam, dulu dia bilang sempat latihan tiap harinya selama 5 jam.

Waktu les dengan saya, saya kaget aja melihat dia bawa bekal makanan. Terus saya iseng ngecengin dia, saya bilang begini, "Loe kaya anak TK aja Sat(namanya adalah Satria) bawa bekal makanan?" Dan ternyata apa yang dia jawab kemudian membuat saya terharu mendengarnya. Dia bilang begini, "Mas, gue bawa bekal biar gue bisa les drum sama loe. Gue tabungin dan gue hemat uang jajan gue untuk gue bisa les drum sama loe. Kalau gue ngga bawa bekal, gue ngga bisa les drum sama loe."

Dan kemudian saya pun terdiam mendengarnya. Memang saat itu dia niat sekali, sering main ke studio saya juga, ketika studio saya kosong, dia minta waktu untuk bisa latihan di drum, dan biasanya selalu saya perbolehkan.

Dia sempat 3 kali mendapat gelar The Best Drummer, di beberapa acara festival yang digelar di Bogor, dia juga di sekolahnya dikenal sebagai drummer handal. Sekarang murid saya ini sudah tidak les drum dengan saya lagi, dia sekarang kuliah di IPB dan sudah jarang bermain drum lagi. Dia lagi ingin fokus dengan studynya dia. Jadi sekarang buat dia bermain drum hanya buat hobi saja, kemarin malah dia nyanyi, saya kaget juga ngelihat dia nyanyi. Ternyata suaranya bagus sekali.

Ini foto saya dengan murid saya Satria ketika kemarin dia main ke rumah saya. Karena saya kan pindah dari Bogor ke Jakarta, dan dia belum pernah datang main ke rumah saya yang di Jakarta.

Belajar Drum Butuh Perjuangan

Kendala di dunia musik tepatnya kalau kita ngeband memang banyak sekali. Biasanya memang kendalanya justru lebih banyak dari faktor luar, seperti sulitnya mencari teman band yang satu hati. Yang satu maunya begini, yang satunya maunya begitu, sehingga susah untuk menyatukan sebuah band dengan satu visi yang sama. 

Biasanya memang permasalahan utamanya itu. Sehingga banyak yang akhirnya memilih untuk solo karier karena untuk ngeband itu susah untuk menyatukan keinginan dari para personilnya. Saya sendiri kalau dihitung berapa kali membuat band, mungkin ada kali 100 band yang sudah saya buat dan semuanya bubar di tengah jalan. Biasanya memang kasusnya adalah karena keinginan anggota band yang berbeda-beda yang tidak bisa disatukan juga pada akhirnya.

Jadi tidak cukup hanya dengan kita jadi bagus saja kemudian ketenaran dan uang akan datang dengan sendirinya. Ada hal lain yang memang perlu kita pelajari lagi selain hal-hal teknis dalam bermain drum. Seperti misalnya promosi band kita, banyak band bagus tapi karena kurang promosi akhirnya band tersebut tidak kedengaran.

Sekian sharing dari saya mengenai belajar drum butuh pengorbanan.



Baca juga :
  1. Berapa Menit Per Hari Sebaiknya Belajar Drum?
  2. Review Pedal TJW
  3. Perbedaan Permainan Drum Metal

Sunday, June 29, 2014

Review Pedal TJW

BelajarDrumIman.com - Pada tulisan kali ini saya ingin membuat review pedal TJW. Ini pedal kebetulan murid saya yang punya, dia les dengan saya kemudian dia bertanya gimana cara setting pedal ini. Kemudian saya coba setting pedal ini hingga enak digunakan oleh dia. Dia tiap les dengan saya selalu membawa pedal ini, kebetulan dia tidak punya drum di rumah, hanya punya kick pad yang dulu dia buat karena melihat dari video saya membuat kick pad sendiri.

Nah makanya saya ingin membuat review mengenai pedal ini. Penampilannya sih mirip dengan Iron Cobra ya, mungkin memang menjiplak dari pedal Iron Cobranya TAMA? Yuk kita lihat lebih dekat pedal ini seperti apa.

Mereview Pedal TJW


Pedal TJW ini katanya sih buatan China. Kita lihat dulu yuk gambarnya, yang ini sewaktu dipasang di bass drum saya.

Review Pedal TJW

Saya sendiri jujur sebelumnya ngga pernah tahu mengenai pedal TJW ini. Oh iya kebetulan murid saya ini membeli yang single pedal dan bukan yang double pedalnya. Menurut pengakuan dia, dia membelinya di MG Music, harganya 690ribu apa ya kalau saya tidak salah. Cukup murah menurut saya, dan ketika saya coba pedalnya cukup enak digunakan.

Pedal ini layak untuk dibeli untuk teman-teman yang budgetnya kebetulan memang terbatas. Pedal ini bisa jadi pilihan, katanya kalau double pedalnya itu kisaran 1,4 juta s/d 1,6 juta. Kalau kita lihat tampak atas dari pedal ini seperti gambar di bawah ini.

Tampak Atas Pedal TJW

Mirip ya dengan Iron Cobra TAMA penampakannya? Dan pedal ini juga rantainya adalah double chain seperti terlihat pada gambar di bawah ini.

Double Chain TJW

Kemudian untuk mengatur sudutnya kita mengatur yang bagian ini, yang kita atur dengan menggunakan kunci L dan bukan menggunakan kunci drum ya. Ngga bisa soalnya pake kunci drum untuk mengatur sudut yang ini.

Mengatur Sudut TJW

Kemudian ada besi yang seperti terlihat pada gambar di bawah ini, dimana murid saya bertanya, itu buat apa sih? Ini buat untuk seperti memory lock yang akan memudahkan untuk kita memasang beater saat kita sering melepas pasang. Dengan adanya besi tersebut akan memudahkan dan mempercepat kita memasangnya, di satu sisi juga ada fungsi lainnya yaitu membuat sedikit lebih berat beaternya, tapi sedikit sekali sih.

Besi Pedal TJW

Untuk mengatur kencang atau tidaknya tensi dari per kita, adalah seperti terlihat pada gambar di bawah ini. Kalau saya sendiri tidak suka yang terlalu kencang dan tidak juga terlalu kendor, jadi yang sedang-sedang saja.

Mengatur Tensi TJW

Dan bagian untuk memasangnya di bass drum terlihat seperti gambar di bawah ini. Menurut saya agak sedikit repot ya dengan desain yang seperti itu. Ini terasa sekali ketika saya hendak memasangnya di bass drum. Jadi lebih lama karena sedikit lebih susah masangnya.

Mengkaitkan Ke Bass Drum

Sementara untuk mengeraskan atau mengencangkannya ke bass drum kita tinggal memutar yang ini. Tapi saran saya tidak usah terlalu keras-keras karena kalau rim bass drumnya terbuat dari kayu nanti akan jadi cepat rusak rim dari bass drumnya kalau kita terlalu kencang memutarnya.

Mengeraskan Ke Bass Drum

Kalau dilihat dari segi harga yang dia beli dengan harga 690ribu katanya, menurut saya untuk harga segini, pedal ini termasuk bernilai lah! Jadi teman-teman mendapatkan nilai dengan membeli seharga segitu, nilainya jauh lebih dari harganya. Saya gunakan di kaki saya juga enak, tapi ngga tahu dengan ketahanan, kalau soal ketahanan kan memang harus dicoba pakai dulu selama bertahun-tahun. Kalau DW 5000 saya kan sudah pernah digunakan di studio rental selama kurang lebih 7 tahun dengan pemakaian setiap harinya sekitar 6 jam rata-rata, dan disitu baru terbukti ketahanannya.

Yang ini kan belum, tapi kalau soal enak digunakan dan mudah dan dari segi harga murah, pedal yang satu ini layak untuk teman-teman beli menurut saya. Kalau melihat dari barangnya terlihat cukup kokoh ya, jadi harga segitu sangat layak sekali. Murah malah kalau menurut saya mah dengan harga segitu dapatnya kaya gini. 

Saya menggunakan teknik slide dengan pedal ini juga enak, juga ketika saya menggunakan teknik heel toe dengan pedal ini juga asik. Cuma kalau saya toe stoppernya saya cenderung lepas, saya bilang ke murid saya ini toe stoppernya cukup mengganggu nih, dilepas aja ya? Ya udah ketika dilepas sudah tidak mengganggu lagi dan sudah tidak ada masalah lagi. Yang menjadi masalah hanya untuk memasang ke bass drumnya saja agak sedikit lebih sulit ketimbang pedal yang lainnya ya. Itu aja sih.

Untuk mengatur dan menyettingnya juga cukup mudah, tinggal punya kunci L saja untuk mengatur sudut dari si beaternya. Dan selesai deh. Semoga review dari saya bisa bermanfaat buat teman-teman yang mencari pedal drum yang terjangkau. Sampai ketemu lagi di sharing drum saya yang lainnya dan salam drummer!

Note : Ini ada tambahan setelah tadi saya posting di group facebook saya, Belajar Drum Pemula Iman Prabawa, ada yang ngasih tambahan tentang kekurangan pedal ini dari segi daya tahannya, seperti saya bilang kalau daya tahan itu memang harus dari orang yang sudah menggunakannya dengan lama. Kalau saya sendiri kan ngga punya pedal ini jadi nyobanya juga saat itu. Nah ini saya skrinsutkan ya tentang kekurangan dari pedal ini.

Kekurangan Pedal TJW
 



Baca juga :
  1. Mengenal Pedal Drum
  2. Single Chain Pedal
  3. Direct Drive Pedal

Friday, June 20, 2014

Kirim Earmuff Ke Tangerang

BelajarDrumIman.com - Alhamdulillah hari ini kirim earmuff ke Tangerang. Ada yang beli teman kita, tadi sudah dikirim melalui TIKI. Buat teman-teman yang ingin tahu barangnya seperti apa bisa lihat di artikel saya yang berjudul Jual Earmuff Untuk Drummer. Disitu saya menjelaskan detail mengenai barang yang saya jual. Terima kasih buat supportnya, karena dengan membeli dari saya berarti sudah mensupport saya untuk keberlangsungan blog ini ke depannya.

Karena untuk mempertahankan untuk tetap gratis memang tidak mudah ya. Ada biaya-biaya yang tetap harus dibayar, saya harus bayar listrik, saya harus bayar internet, dengan saya membuat artikel secara gratisan, dengan membuat video secara gratisan berarti waktu saya juga terbuang untuk sesuatu kan? Nah berarti pemasukan dari bidang lain juga ngga ada kalau gitu. Sementara kalau fokus ngerjain hal yang lain bisa-bisa blog ini updatenya sebulan hanya sekali saja. 

Buat videonya juga nantinya bisa-bisa hanya kalau ngga sibuk aja. Memang saya tidak memungkiri butuh dana untuk menjalankan semua ini, juga untuk membiayai kehidupan saya agar tetap bisa mensharingkan pembelajaran drum di blog belajar drum ini. Saya cerita apa adanya aja disini, oleh karena itu saya juga membuka donasi buat teman-teman yang ingin ikutan membantu mensupport saya, untuk nantinya bisa saya gunakan untuk membiayai kegiatan pengajaran drum ini tentunya.

Kirim Earmuff Ke Tangerang

Buat teman-teman yang mau ikutan berdonasi, silakan bisa mengklik di DONASI ini. Penduduk Indonesia kan ada 240juta kira-kira ya, kalau saja 100ribu orang aja mau donasi 10ribu aja, karena 10ribu itu minimal tranfer di rekening BCA ya, akan terkumpul dana 1 miliar. Tapi nyatanya kan ngga demikian, sementara biaya-biaya itu harus terus dibayarkan.

Nah oleh karena itu terima kasih buat teman-teman yang sudah membeli barang dari saya, sangat membantu sekali. Oh iya ini nomor RESI TIKI-nya jadi kalau mau dicek bisa silakan dicek langsung aja. Sekali lagi terima kasih buat mas Eggy Ardianta yang sudah membeli earmuff dari saya.


Kalau begitu sampai ketemu lagi di sharing pembelajaran drum saya yang lainnya ya. Kalau teman-teman mau ikutan belajar drum gratis, bisa ikut forum facebook yang saya buat, yang saya beri nama Belajar Drum Pemula Iman Prabawa. Saya tunggu disana ya. Salam drummer!



Baca juga :
  1. Fungsi Earmuff Buat Drummer
  2. Cara Melatih Traditional Grip
  3. Mengenal Earplug